baliwakenews.com – Remi Yuliana Putri (36) dikenal sebagai sosok perempuan yang tangguh. Ia menjalani hari-harinya sebagai pengemudi transportasi daring di Denpasar untuk menghidupi diri dan keluarganya. Namun pada Jumat siang (2/5), hidup Remi terhenti secara tragis. Tubuhnya ditemukan membujur kaku di dalam mobil Daihatsu Terios merah miliknya, yang terparkir diam di Jalan Kertha Dalem, Sidakarya, Denpasar Selatan.
Sudah dua hari mobil itu tidak bergerak dari tempatnya. Warga sekitar mulai curiga. Di bawah terik matahari dan rintik hujan, mobil itu tetap tertutup rapat. Hingga akhirnya, salah satu warga memberanikan diri melapor ke pihak berwajib.
Petugas datang. Saat pintu mobil dibuka, pemandangan memilukan terkuak. Remi ditemukan tak bernyawa di kursi kemudi. Leher kirinya terdapat luka tusuk, dan darah kering tampak di wajahnya. Tidak ada lagi denyut, tidak ada lagi suara.
“Korban ditemukan di dalam mobil, dalam keadaan sudah meninggal,” kata seorang petugas di lokasi yang enggan disebutkan namanya.
Mobil dengan nomor polisi DK 1662 ACT itu seakan menjadi saksi bisu dari akhir hidup Remi. Ia ditemukan sendirian, tanpa pertolongan, di tengah kota yang hiruk-pikuk.
Jasadnya kemudian dibawa ke RSUP Prof. Ngoerah, Sanglah, menggunakan ambulans milik BPBD Kota Denpasar. Rumahnya, yang terletak di Jalan Tukad Buana III, kini diselimuti duka.
Remi bukan hanya korban pembunuhan yang kini sedang diselidiki polisi. Ia adalah simbol dari banyak perempuan pekerja yang berjuang di jalan, menghadapi kerasnya dunia tanpa banyak keluhan. Kasus ini menjadi alarm bagi keselamatan para pengemudi transportasi daring, khususnya perempuan, yang sering kali bekerja hingga larut malam demi memenuhi kebutuhan hidup.
Polisi belum merilis keterangan resmi, dan penyelidikan masih berlangsung. Isu yang beredar di media sosial menyebutkan bahwa pelaku adalah orang dekat korban, bahkan kekasihnya sendiri, yang disebut-sebut telah kabur ke luar Bali. Namun, semua itu belum dikonfirmasi.
“Masih proses lidik,” kata Kapolsek Denpasar Selatan AKP Agus Adi Apriyoga singkat. BWN-01

































