Pecatu, Baliwakenews.com
Pengawas Balawista Badung sektor Uluwatu yang membawahi sejumlah pantai di Kuta Selatan, Senin (13/4) pagi turun melakukan pemantauan terhadap peselancar di kawasan Pecatu.
Hal ini menindaklanjuti laporan masyarakat masih adanya peselancar beraksi di pantai, walau pintu masuk sudah ditutup.
Selain melalukan pengecekan lewat darat, sebanyak 12 Anggota Balawista juga melakukan pemgecekan lewat laut.
Untuk pemantauan lewat darat dilakukan bersama pihak BPD Pecatu dan Pengelola Objek Wisata Labuan Sait. Termasuk diikuti seorang relawan asing yang ikut memantau lewat laut.
“Kami melakukan pemantauan di darat menelusuri jalan tikus yang dimanfaatkan wisatawan menuju Pantai. Termasuk di laut menggunakan boat,” ujar pengawas Balawista Badung Selatan meliputi Uluwatu dan beberapa pantai lainnya, Wayan Somer Senin (13/4).
Somer menuturkan, pihaknya sempat mendapat laporan kalau ada beberapa bule peselancar yang beraksi di kawasan Pecatu.
Menyikapi hal ini dia bersama anggotanya melakukan pengecekan lewat jalan darat. Selain itu juga beberapa lewat laut menggunakan dua boat.
Terkait jalan tikus yang dimanfaatkan peselancar, Somer menegaskan kalau
Pihaknya tidak mempunyai kewenangan menutup. Namun nantinya jalur tikus ini akan dipetakan dan dilaporkan ke pihak Desa Adat dan Dinas.
“Kami akan menyuruh mereka keluar menggunakan peluit dan membuntuti wisatawan ini sehingga jalur tikus yang dimanfaatkan bisa kami ketahui,” ujar pria asal Pecatu ini.
Dia bersama jajarannya senantiasa siap mendukung program pemerintah dalam upaya memutus mata rantai penyebaran covid 19 dengan mengurangi kerumunan di laut.
Anggota senior Balawista Badung asal Pecatu ini tidak memungkiri
Kalau pantai yang dikelilingi tebing karang, banyak terdapat celah untuk terjun ke Pantai.
“Menutup celah inilah yang kini harus kita lakukan bersama komponen terkait di desa adat maupun dinas,” ajaknya. (BW-04)
Halau Peselancar, Balawista Gelar Patroli Laut dan Darat


































