Mangupura, baliwakenews.com
Festival Pandawa XIV kembali digelar di DTW Pantai Pandawa, Desa Kutuh, Kuta Selatan, Badung, Kamis (25/12) sore. Event tahunan ini tak hanya menjadi atraksi wisata akhir tahun, tetapi juga berperan strategis dalam menggerakkan ekonomi masyarakat lokal melalui pelibatan seniman, pelaku UMKM, hingga generasi muda desa.
Ketua Panitia Festival Pandawa XIV sekaligus Direktur Utama BUMDA Kutuh, Ni Luh Hepi Wiradani, menegaskan festival ini dirancang sebagai ruang aktualisasi dan pemberdayaan warga Desa Kutuh. Seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari seni budaya hingga aktivitas pendukung pariwisata, dikerjakan oleh masyarakat setempat.
“Festival Pandawa bukan sekadar hiburan, tapi momentum masyarakat Kutuh untuk berkarya dan terlibat langsung dalam pengembangan pariwisata. Hampir seluruh kegiatan adalah hasil kreativitas warga kami sendiri,” ujar Hepi Wiradani, Kamis (25/12) malam.
Mengusung tema “Kejar Mimpi Raih Kemenangan”, Festival Pandawa XIV juga dirangkaikan dengan peringatan HUT BUMDA Kutuh ke-11 dan berlangsung selama delapan hari hingga 1 Januari 2026. Berbagai agenda disuguhkan, seperti drama tari kolosal karya Paguyuban Seni Desa Kutuh, pentas seni harian oleh sekaa seni dan sekolah-sekolah, lomba kreatif, seminar dan talkshow, hingga gathering bersama travel agent serta pelaku industri pariwisata.
Puncak acara sekaligus malam pergantian tahun akan dimeriahkan oleh penampilan artis lokal, yang menjadi simbol keberpihakan festival terhadap talenta daerah.
Untuk menyukseskan festival ini, panitia mengalokasikan anggaran sekitar Rp2,8 miliar yang bersumber dari operasional BUMDA Kutuh dan dukungan sponsor. Hepi berharap promosi berkelanjutan dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan sekaligus memberikan efek berganda bagi perekonomian warga sekitar.
“Dengan promosi yang konsisten, kami berharap Festival Pandawa mampu menarik lebih banyak pengunjung dan memberikan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Bendesa Adat Kutuh, Jro Mangku Nyoman Mesir, menegaskan Pantai Pandawa sejak awal dikembangkan sebagai ruang kreatif masyarakat adat, bukan semata objek wisata.
“Pantai Pandawa ini lahir dari pemikiran dan kreativitas masyarakat kami sendiri. Ini adalah ruang berkarya bagi warga Desa Kutuh,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran pemerintah, khususnya dinas pariwisata, dalam mendampingi pengelolaan destinasi berbasis masyarakat agar mampu berkembang secara berkelanjutan dan inovatif.
Apresiasi turut disampaikan Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, yang menyebut Festival Pandawa sebagai contoh konkret pengembangan pariwisata berbasis budaya dan kearifan lokal.
“Pandawa Festival bukan hanya hiburan, tetapi wahana pelestarian seni dan budaya Bali. Event tahunan seperti ini akan menumbuhkan rasa penasaran wisatawan dan mendorong mereka untuk datang langsung ke Pantai Pandawa,” ujar Adi Arnawa.
Ia menambahkan, Pantai Pandawa merupakan salah satu destinasi unggulan Kabupaten Badung yang terus berkembang berkat sinergi antara pemerintah, desa adat, dan masyarakat. BWN-04





























