Erlangga Mantik Lengkapi Kawasan Wisata Jatiluwih dengan Girisha Wahana

Iklan Home Page

Tabanan, baliwakenews.com

Kawasan Wisata Jatiluwih tidak saja untuk menikmati suasan sawah terasering, namun kini juga bisa menikmati sejumlah kegiatan outbound. Fasilitas baru ini disipakan oleh kawasan wisata Girisha Wahana Jatiluwi. Kawasan ini juga memberikan pemandangan yang sangat eksotik sunset yang tenggelam di Gunung Batukaru. Bila menggunakan kendaraan, kawasan wisata Girisha Wahana Jatiluwih ini bisa ditempuh dengan waktu 1 jam lebih perjalanan dari Denpasar.

Pemilik sekaligus pengelola Girisha Wahana, Erlangga Mantik mengatakan, Nama Girisha Wahana merupakan nama yang mengandung makna mendalam . Nama ini diambil dari nama cucunya yakni Girisha. “Giri berarti Gunung, sedangkan Sha berarti Siwa, utama dan juga berarti mulia. Sebuah wahana wisata yang diharapkan memberi dampak positif untuk kesejahteraan bagi masyarakat di sekitar wahana itu,” tandas Erlangga Mantik didampingi Istrinya Ni Kadek Tri Nuryatiningsih.

Ditangan dingin Erlangga Mantik kawasan yang tadinya ditumbuhi semak belukar kini disulap menjadi tempat berwisata baru yang sangat mengasyikan dan menyenangkan. Luas lahan sekitar 1,6 hektar begitu ditata dengan apik dan sangat indah oleh pasangan suami istri. Bersama istri tercinta, Erlangga Mantik nampak begitu sangat bahagia dan menikmati serta mensyukuri anugrah Hyang Widi yang sudah diwujudkan dalam wahana wisata yang menarik.

Baca Juga:  Bupati Tabanan Hadiri Kegiatan Bimtek Kewirausahaan Berperspektif Gender Bagi Perempuan Penyintas Oleh Yayasan Dharma Tegeh Kori

Menurut Erlangga Mantik, wahana ini awalnya dibuat sangat sederhana. Kita mengalir saja. Menata secara bertahap. “Untuk saat sekarang baru dibangun restoran dan wahana permainan anak dan orang dewasa,” kata Erlangga Mantik didampingi istrinya. Ia menambahkan, orang orang yang dilibatkan atau bekerja di Girisha Wahana ini hampir 100 persen putra putri di Jatiluwih.

Ada sekitar 25 orang putra putri daerah setempat ditampung bekerja di wahana ini. “Kita latih dan didik mereka untuk bisa menerima tamu dengan baik. Selain, itu mereka juga dilatih untuk memasak dan bagaimana menyajikan makanan kepada para tamu. Selain, itu mereka juga dilatih berbahasa Inggris dengan baik,”paparnya.

Saat tim baliwakenews.com berkunjung ke Girisha Wahana Jatiluwih, memiliki panorama pegunungan serta keindahan sawah terasering yang masih terjaga kelestariannya ini sekitar 1,6 hektar. Dalam kawasan tersebut fasilitasnya tanpa merusak alam dengan menyediakan fasilitas wahana flying fox hingga horizon pridge (jembatan spot foto). Untuk restorannya berkonsep tradisional autentik, dibuat untuk keluarga urban yang rindu kampung halaman dengan suguhan pemandangan sawah dengan menu lindung bumbu kesuna cekuh, nasi goreng seafood hingga menu bebek goreng yang lezat. Racikan teh kekinian juga disajikan dengan campuran beras merah dan madu. Harga menu di restoran ini mulai puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah, tergantung menu yang dipesan.

Baca Juga:  Audensi ke Wabup Tabanan, STIKES Advaita Medika Tabanan Harapkan Kerjasama dengan PMI dan BNK

Ni Kadek Tri Nuryatiningsih menambahkan, wisatawan yang berkunjung juga bisa menikmati Sunset dengan alam persawahan dan pegunungan. “Girisha Wahana & Resto bisa menjadi pilihan menarik karena wisatawan bisa melihat matahari tenggelam yang indah persis dibelakang atau view Gunung Batukaru,” ujarnya.

Waktu terbaik untuk berkunjung di Girisha Wahana, kata Nuryatiningsih, adalah saat sore hari. Pengunjung bisa menikmati keindahan sunset dan langit sore dengan pemandangan sawah dan ladang yang hijau. Cocok untuk menghilangkan rasa penat atau merefresh pikiran dari padatnya aktivitas pekerjaan.Tak sampai di situ, saat langit cerah gunung Batukaru juga terlihat gagah di arah barat daya. Lampu-lampu yang mengelilingi area outdoor pun memperindah suasana sekitar. “My time akan sempurna dengan sajian makanan dan minuman,” jelasnya.

Baca Juga:  Ketua Dekranasda Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, Hadiri Pameran IKM Bali Bangkit Tahap 7

Ia juga menjelaskan, visi dan misi keluarganya membangun bisnis ini adalah membangun bisnis dari kecil atau bertahap yang menyatu dengan alam serta melengkapi wisata alam dengan motto ‘Good Lux, Good Food and Good Life’, dengan tetap mempertahankan tanaman atau pohon langka seperti pohon Boni, Sentul, hingga Ceroring. “Intisarinya, kami mengedepankan atmosfer Gunung Batukaru hingga keindahan subak yang juga dikenal sebagai sistem irigasi tradisional sawah di Bali. Mengingat, Subak Desa Jatiluwih merupakan warisan budaya tak benda yang ditetapkan oleh UNESCO pada 2012. Subak adalah sesuatu yang diwariskan dari generasi ke generasi. Subak Jatiluwih terlihat indah karena ditangani oleh masyarakat setempat yang sudah ahli,”terangnya. BWN-05

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Nyepi Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemprov. BaliIklan Nyepi Pemprov. BaliIklan BWNIklan Nyepi PDAM BadungIklan Nyepi DPRD Badung Iklan UNWAR