Denpasar, baliwakenews.com
Pandemi Corona Virus Deasis 2019 ( Covid-19) di seluruh dunia, telah mengubah seluruh aspek kehidupan. Kaprodi Magister Manajemen Unmas Denpasar, Dr. I Gusti Agung Eka Teja Kusuma, SE., MM., Rabu (27/5) di kampus setempat mengatakan Corona memaksa setiap orang merngubah ‘Mind Set’.
“Setiap orang akan dipaksa berubah dalam konteks managerial. Setiap orang harus memimpin dirinya sendiri karena kecendrungan orang akan kerja jarak jauh,” terangnya. Diperlukan kreatifitas dan inovasi. Bagi yang tidak mampu berpikir kreatif pasti terpental.
Pimpinan hanya menetapkan standar kualitas yang harus diwujudkan, dan kapan tugas harus selesai. Tidak ada campur tangan cara mengerjakan. Oleh sebab itu bawahan harus mampu memimpin dan memanage dirinya sendiri sehingga harus kreatif untuk mewujudkannya.
“Sekarang orang bisa menyelesaikan kerjaan kantor dari mana saja, yang penting ada jaringan signyal. Mereka tidak perlu ke kantor jika tidak penting,” tukasnya.
Agung Teja mengatakan, hal tersebut akan menjadi pondasi dari apa yang disebut ‘new normal’ oleh pemerintah. “Akan ada perubahan Work from Home (WFH) menjadi Work From Anywhere (WFA). Orang bekerja dari manapun sambil melakukan aktivitas lain seperti traveling, adat, sisial, bahkan bisnis sampingan,” paparnya.
Dikatakan, saat ini tanah di desa menjadi pilihan karena orang ingin bekerja dengan lingkungan yang asri. Sektor layanan pada sektor tertentu juga berubah. Orang cenderung tidak minta dilayani langsung. Sehingga beberapa kantor layanan jasa tertentu mulai ditutup diganti dengan layanan digital dengan kecepatan menjadi ciri.
Hal tersebut lambat lain akan berimplikasi pada kantor tidak lagi perlu gedung- gedung besar. Karena karyawannya cenderung tidak kerja di kantor. Meeting dilakukan melalui aplikasi online sehingga tidak perlu ruang rapat. Karyawan bisa meeting dan bekerja sambil menikmati waktu bersama keluarganya.
Selesai itu akses pendidikan dikatakan akan lebih merata. Tidak hanya yang hidup dan tinggal di kota. Kuliah dapat dilakukan tanpa kendala jarak. “Yang mentukan tersedianya jaringan internet,” tandasnya.
Dampak dari semua itu kemacetan di kota – kota mulai berkurang. “Banyak lagi perubahan kalau Vaksin Anti Virus Corona tidak ditemukan,” pungkasnya Agung Teja.*BW-09

































