Pancasari, baliwakenews.com
Edukasi penanggulangan bencana secara konsisten terus dilaksanakan oleh Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Buleleng. Kegiatan tersebut dikemas dengan kegiatan kemah bersama relawan.
Bersinergi dengan bebagai pihak terkait, seperti Palang Merah Indonesia (PMI), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, Pramuka Kwarcab Buleleng, Desa Tangguh Bencana (Destana), Siaga Bencana Tingkat Desa, dan Kampus Siaga Undiksha, kemah digelar di tepi Danau Buyan, Desa Pancasari, Buleleng.
“Kegiatan ini merupakan serangkaian dengan peringatan Hari Kesiapsiagaan Nasional berlangsung selama tiga hari, mulai 29 Maret hibgga 1 April 2023,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Buleleng, I Putu Ariadi Pribadi, Minggu 30 April 2023.
Tujuan dari kegiatan ini, kata Ariadi, untuk ajang meningkatkan kapasitas diri bagi para relawan penanggulangan bencana. Termasuk pelatihan terutama dari segi teknis. Yaitu langkah evakuasi, pemberian pertolongan pertama, dan penanggulangan bencana.
Selain itu, edukasi terkait desa tangguh bencana juga diberikan kepada peserta guna meningkatkan pemahaman dan kompetensi terkait penanggulangan bencana di tingkat desa. Kegiatan ngobrol santai dan silaturahmi juga dilaksanakan guna meningkatkan keakraban dan kekompakan para relawan.
Kondisi sarana dan prasarana penanggulangan bencana juga menjadi perhatian pada kegiatan kali ini. Selain menjadi media praktek bagi para peserta melalui pelatihan dan simulasi, sarana dan prasarana yang digunakan pun juga dicek secara keseluruhan apakah masih memadai untuk digunakan pada kegiatan penanggulangan bencana.
“Kami juga mengecek sarana peralatan yang dimiliki di BPBD, seperti mobil operasional, dapur umum, truk serbaguna, genset, tenda,” ungkap Ariadi.
Kepala Markas PMI Kabupaten Buleleng, Made Pasek Yasa juga hadir untuk memberikan materi terkait pertolongan pertama yang harus diberikan kepada korban bencana. Langkah-langkah yang benar dalam memberikan pertolongan pertama diberikan secara lengkap.
“Kami harapkan para peserta serius mengikuti kegiatan ini, karena ini bekal seumur hidup untuk menghadapi kemungkinan terjadi bencana di daerahnya sendiri,” pungkas Pasek Yasa. BWN-03





























