Kuta, baliwakenews.com
Dua orang WNA kepergok petugas saat nekat nyebur dan mandi di Pantai Kuta, Selasa (17/8). Padahal pantai yang merupakan objek wisata terkenal ini sedang ditutup karena PPKM. Petugas Satgas Pantai yang melihat kelakuan dua bule ini langsung memanggil mereka agar keluar dari tengah pantai. Saat diberi teguran dan pemahaman mereka mengaku tidak tahu kalau pantai Kuta ditutup. Setelah terjadi perbincangan dengan perugas akhirnya merela diijinkan meninggalkan lokasi.
“Awalnya mereka mengaku tidak tahu kalau pantai ditutup. Setelah kami beri pemahaman akhirnya mereka meninggalkan lokasi,” ujar Ketua Pengelola Wisata Pantai Kuta I Wayan Sirna saat diminnta dikonfirmasi. Sirna memaparkan, kejadian WNA yang masuk pantai Kuta di masa PPKM sudah nyaris tidak pernah terjadi pada beberapa hari terakhir. Apalagi di pintu-pintu masuk sudah dipasangi pembatas atau larangan masuk. “Mereka nyelonong masuk dan mandi di pantai. Ketika sudah di air, kami langsung panggil ke darat untuk diberikan pemahaman,” beber Sirna.
Kejadian tersebut juga mendapat atensi langsung oleh Bhabinkamtibmas Kuta. Menurut Sirna, kedua WNA yang diduga berasal dari Rusia tersebut mengaku tidak tahu tentang adanya penutupan ataupun larangan mandi di Pantai Kuta pada masa PPKM. “Kami sadari penutupan di pintu-pintu masuk Pantai Kuta memang tidak terlalu paten seperti sebelumnya. Namun demikian, kaitan ketentuan berlaku, hingga saat ini Pantai Kuta masih dalam status ditutup bagi pengunjung,” tegas Sirna sembari menambahkan kalau penutupan tersebut untuk meminimalisir kemungkinan munculnya kerumunan, kaitan dengan protokol kesehatan cegah penyebaran Covid-19. BWN-04

































