DPRD Provinsi Bali, Gelar Rapat Koordinasi Legislatif dan Eksekutif

Iklan Home Page

Denpasar, baliwakenews.com

Ketua DPRD Provinsi Bali, I Nyoman Adi Wiryatama, memimpin Rapat Koordinasi antara eksekutif dan legislatif yang dihadiri Penjabat (Pj.) Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya dan seluruh pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Bali, beserta Tim Ahli DPRD Provinsi Bali.

Rapat yang dibalut dengan acara silaturahmi untuk meningkatkan sinergisitas antara eksekutif dan legislatif ini berlangsung selama kurang lebih 2 jam di Ruang Rapat Gabungan Kantor DPRD Provinsi Bali, Kamis 5 Oktober 2023.

Pada kesempatan tersebut, Mahendra Jaya memperkenalkan diri dan menyampaikan latarbelakang perjalanan karirnya hingga dipercaya sebagai Pj. Gubernur Bali menggantikan Wayan Koster yang habis masa jabatannya sebagai Gubernur Bali periode 2018-2023. Pihaknya pun mengucapkan terima kasih atas dukungan DPRD Provinsi Bali dan seluruh masyarakat Bali atas kepercayaan yang diberikan untuk memimpin Bali hingga 1 tahun ke depan.

Baca Juga:  Puncak Peringatan Hari PGRI Ke-77 dan Hari Guru Nasional, Wawali Arya Wibawa Serahkan Penghargaan Widya Purna Nugraha Kepada Guru

Mahendra Jaya menegaskan bahwa dalam melaksanakan tugasnya di Bali, program-program dan kebijakan yang telah digariskan oleh Wayan Koster bersama Cok Ace sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Bali periode 2018-2023 akan dijaga, dilanjutkan, bahkan diperkuat. Menurutnya, program-program pembanguan dan kebijakan strategis yang telah dibuat Wayan Koster sangat baik.

“Saya melihat program-program yang beliau (Wayan Koster,red) buat tentu bersama-sama DPRD Bali sudah sangat luar biasa. Saya katakan (saat serah terima jabatan,red), apa yang sudah dibuat, apa yang sudah ditetapkan, yang saya lakukan hanya saya jaga, saya lanjutkan, dan saya perkuat. Jadi tidak ada kata memperbaiki, karena semua sudah baik,” tegas Mahendra Jaya.

Selain melanjutkan dan memperkuat program yang sudah ada, Pj. Gubernur Mahendra Jaya juga berfokus untuk mengentaskan “kerak-kerak” kemiskinan ekstrem di Bali yang angkanya masih 0,54 %. Dikatakan, masalah kemiskinan ekstrem di Bali merupakan program prioritas Presiden Jokowi. Dimana, pada akhir tahun 2024, kemiskinan di Bali harus 0 %.

Baca Juga:  PEMPROV BALI SESUAIKAN JADWAL LOMBA OGOH-OGOH 2020 PENJURIAN DI TEMPAT, HADIAH TOTAL 1,7 MILYAR

Pihaknya pun optimis, dengan sistem “Ngrombo”, kemiskinan di Bali dapat diatasi. Selain itu, pihaknya juga berfokus untuk menurunkan angka stunting di Bali dengan sistem “Ngrombo”. Di samping juga menyelesaikan masalah sampah yang saat ini masih menjadi momok yang serius bagi Bali.

Untuk bisa menyukseskan program dan kebijakan ini, Mahendra Jaya berharap ada dukungan dan sinergisitas dari DPRD Provinsi Bali. Menurutnya, antara eksekutif dan legislatif bagaikan 2 sisi mata uang. Jika salah satunya sisinya tidak ada, maka uang tersebut tidak ada nilainya.

Baca Juga:  Gubernur Izinkan ke Stadion, Tapi Ini Syaratnya

“Tentu sinergisitas ini diawali dengan komunikasi, koordinasi, dan ke depannya berkolaborasi dalam membuat karya-karya untuk masyarakat,” tukasnya.

Ketua pDPRD Provinsi Bali, I Nyoman Adi Wiryatama, mengungkapkan alasan mengundang secara khusus Pj. Gubernur Mahendra Jaya ke DPRD Provinsi Bali. Yakni, untuk bersilaturahmi dengan Pj. Gubernur Bali agar semakin dikenal oleh seluruh anggota DPRD Bali.

Dengan demikian akan semakin terjalin sinergisitas antara eksekutif dengan legislatif. Sebab, selama ini sinergisitas legislatif dengan kepala daerah sebelumnya telah berjalan dengan baik.

“Beliau (Pj. Gubernur Bali, Mahendra Jaya,red) sudah berkomitmen apa yang sudah baik-baik dilanjutkan, dijaga, dan disempurnakan,” pungkas Adi Wiryatama. BWN-03

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR