Doa Perdamaian Dari Bali, Ratusan Aktivis Gema Perdamaian Serukan Damai Bagi Rusia dan Ukraina

Iklan Home Page

Denpasar, baliwakenews.com

Prihatin akan serangan Rusia terhadap Ukraina, ratusan aktivis perdamaian mengumandangkan Doa Damai. Kali ini mereka khusus menyikapi situasi perang tersebut. Doa berlangsung di Gong Perdamaian Desa Budaya Kertalangu, Kota Denpasar, Srni 14 Maret 2022 mulai pukul 16.30 Wita.

Para aktivis perdamaian yang diinisiasi oleh salah satu founding fathers Gema Perdamaian, Ida Rsi Wisesanatha menggelar Doa Damai. Acara yang dihadari para tokoh spiritual dari lintas agama dan kepercayaan, Pasraman dan kelompok spiritual ini didasari oleh Pembukaan UUD 1945 alinea ke empat, yang mewajibkan setiap warga negara dalam bingkai NKRI untuk turut menjaga perdamaian Dunia.

Baca Juga:  Sambut TPID Award Tahun 2021, TPID Kota Denpasar Gelar Rakor

Ida Rsi Wisesanatha yang didampingi oleh Ketua Panitia dr. Laksmi Duarsa, mengatakan doa menjadi sebuah aksi yang mesti dilakukan untuk memohon kepada Tuhan agar perang yang telah menimbulkan banyak korban jiwa dan harta benda di Ukraina itu segera diakhiri.

“Kami yakin, jika kita berdoa dengan tulus, maka Tuhan akan memberikan jalan terbaik sehingga kedua belah pihak bisa mengakhiri perang tersebut. Aksi ini lebih baik ketimbang kita hanya diam, cuek menyikapi perang itu” ujar Ida Rsi Wisesanatha yang juga Pembina Umum Paiketan Krama Bali.

Baca Juga:  Dianugerahi Tokoh Pelindung Budaya Bali Lestari, Gubernur Koster : Ini Untuk Masyarakat Bali

Menurutnya, Indonesia sebagai Negara berdaulat wajib menyerukan dan turut menjaga perdamaian dunia sesuai dengan spirit UUD 1945. Kewajiban tersebut sejalan dengan spirit Pancasila terutama Sila pertama karena kehofupan berbangsa dan bernegara ini dilandasi oleh kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Bali sebagai salah satu daerah tujuan wisata, warganya sangat membutuhkan kehidupan damai, aman dan nyaman. Kebutuhan akan rasa dan suasana damai ini perlu terus digaungkan ke seluruh penjuru dunia. “Karena itulah para aktivis Damai yang tergabung di dalam Komunitas Pengayah Gema Perdamaian ini secara rutin menggelar Doa Damai setiap Bulan Oktober. Namun, Doa dan seruan Damai ini khusus digelar untuk menyikapi perang di Ukraina,” ucapnya.

Baca Juga:  Wali Kota Denpasar Pimpin Rakor Progres Pembangunan TPST dan TPS3R  

Ketua Panitia, dr. Laksmi Duarsa berharap doa damai ini mampu mengetuk hati nurani mereka yang sedang melakukan serangan agar kembali mengupayakan damai mengingat perang tersebut telah menelan banyak korban. “Semoga Tuhan mendengarkan doa ini sehingga dunia kembali damai dan aman sebagaimana harapan semua orang, ” pungkasnya. *BWN-03

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR