Mangupura, baliwakenews.com
Cuaca di Bali dalam beberapa hari terakhir terasa tidak menentu. Setelah sempat panas terik, hujan tiba-tiba turun disertai angin kencang di sejumlah wilayah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan kondisi tersebut dipicu oleh dinamika atmosfer yang masih aktif di sekitar wilayah Bali.
Prakirawan Cuaca BMKG, Wulan Wandarana, menjelaskan hujan yang terjadi saat ini dipengaruhi oleh adanya belokan angin dan konvergensi di sekitar Bali yang mendorong pertumbuhan awan hujan.
“Dalam beberapa hari ini hujan terjadi karena masih adanya daerah belokan angin dan konvergensi di sekitar wilayah Bali yang mendukung pertumbuhan awan hujan. Selain itu kelembapan udara hingga lapisan 700 mb juga cukup lembab,” jelasnya, Rabu (11/3/2026).
Kondisi tersebut menyebabkan massa udara berkumpul di suatu wilayah sehingga memicu pembentukan awan hujan. Selain itu, hujan yang sering muncul setelah cuaca panas juga terjadi karena ketidakstabilan atmosfer, yakni ketika udara panas bertemu dengan udara yang lebih dingin.
Secara umum, BMKG mencatat beberapa faktor yang memicu hujan dan angin kencang di Bali saat ini, antara lain belokan angin di sekitar wilayah Bali yang menyebabkan penumpukan massa udara, konvergensi atau pertemuan angin yang mempercepat pertumbuhan awan hujan, kelembapan udara tinggi hingga lapisan 700 mb yang mendukung pembentukan awan hujan tebal serta ketidakstabilan atmosfer akibat pertemuan udara panas dan udara dingin.
BMKG memprakirakan kondisi cuaca di Bali dalam tiga hari ke depan secara umum cerah berawan hingga berawan. Meski demikian, potensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat masih dapat terjadi di beberapa wilayah.
Selain cuaca di daratan, masyarakat juga diminta memperhatikan kondisi angin dan gelombang laut. Saat ini tinggi gelombang di perairan utara Bali berkisar antara 0,25 hingga 1 meter, sementara di perairan selatan Bali mencapai 0,5 hingga 2 meter.
Berdasarkan data Stasiun Meteorologi I Gusti Ngurah Rai, kecepatan angin maksimum harian bahkan sempat mencapai 22 knot pada hari sebelumnya.
BMKG pun mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak cuaca ekstrem dalam sepekan ke depan.
Beberapa potensi dampak yang perlu diantisipasi antara lain genangan air dan banjir, angin kencang yang berpotensi menyebabkan pohon tumbang, serta peningkatan tinggi gelombang laut hingga 2 meter atau lebih di perairan selatan Bali. Nelayan, masyarakat pesisir, serta pelaku wisata bahari juga diminta lebih berhati-hati terhadap potensi peningkatan kecepatan angin dan gelombang laut.BWN-04





























