Mangupura, baliwakenews.com
Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar memastikan bahwa peringatan dini cuaca ekstrem dan gelombang tinggi telah dikeluarkan sebelum insiden terbaliknya kapal cepat Bali Dolphin II di perairan Sanur, Selasa (5/8/2025) sore.
Meski kondisi cuaca saat kejadian terpantau cerah berawan, tinggi gelombang laut di wilayah perairan selatan Bali mencapai kategori tinggi, yakni antara 2 hingga 4 meter.
“Cuaca cerah berawan, tapi gelombang tinggi. Kami sudah sampaikan peringatan dini kepada stakeholder dan masyarakat,” ujar Kapokja Operasional Meteorologi BMKG Wilayah III Denpasar, I Wayan Musteana, saat dikonfirmasi Rabu (6/8).
Peringatan tersebut tak hanya ditujukan kepada masyarakat umum, tetapi juga kepada pelaku transportasi laut dan wisata bahari. BMKG mengimbau agar operator fast boat, perahu nelayan, hingga kapal-kapal kecil mewaspadai potensi gelombang ekstrem.
Penjelasan lebih lanjut disampaikan oleh Prakirawan Cuaca BBMKG Wilayah III Denpasar, Wulan Wandarana, yang menyebut bahwa fenomena tekanan udara tinggi di barat Australia memicu alun atau swell yang menjalar ke utara hingga mencapai perairan Bali.
“Model gelombang BMKG menunjukkan peningkatan tinggi gelombang hingga 4 meter di selatan Bali, termasuk perairan wisata seperti Kuta, Legian, Pecatu, Jimbaran, hingga Nusa Dua,” jelas Wulan.
Ia menambahkan, dalam beberapa hari ke depan, kondisi cuaca di perairan selatan Bali masih relatif cerah berawan, namun potensi gelombang tinggi tetap ada, dengan ketinggian antara 2,5 hingga 4 meter, serta kecepatan angin maksimum hingga 20 knot, yang dapat memperburuk kondisi laut.
BMKG juga menanggapi video viral terkait melubernya air laut di kawasan Water Blow, Nusa Dua. Wulan memastikan bahwa fenomena tersebut masih dalam batas wajar, mengingat tinggi gelombang di kawasan itu mencapai 3,5 meter, yang tergolong dalam kategori tinggi.
Dengan melihat kondisi maritim saat ini, BMKG mengimbau agar semua pelaku wisata bahari dan transportasi laut meningkatkan kewaspadaan. Pengabaian terhadap peringatan cuaca bisa berisiko besar, seperti kecelakaan laut yang baru saja terjadi.
“Kami minta masyarakat tetap berhati-hati dan selalu memperbarui informasi dari BMKG, terutama terkait tinggi gelombang dan prakiraan cuaca maritim,” pungkas Wulan. BWN-04





























