Biadab! Bayi Perempuan Dibuang di Sungai Taman Pancing

Iklan Home Page
Denpasar — baliwakenews.com
Sore itu, di antara riuhnya suara air sungai Taman Pancing Timur, Pemogan, dua warga dikejutkan oleh pemandangan yang tak akan mereka lupakan seumur hidup: tubuh mungil seorang bayi perempuan, terbujur diam, hanyut dalam arus yang tenang. Tali pusar masih menempel di tubuhnya — pertanda ia belum lama lahir ke dunia ini.
Junaidi dan Ahmad Solihin, dua warga yang menemukannya, spontan berlari menuruni tebing sungai. Dengan tangan gemetar, mereka mengangkat tubuh kecil itu dan menutupinya dengan daun pisang. “Kami tak sanggup bicara. Rasanya campur antara sedih dan marah,” ujar Junaidi lirih.
Kini, bayi tanpa nama itu sudah dibawa ke RSUP Prof. Ngoerah untuk diperiksa. Polisi masih menelusuri siapa ibu dan pelaku yang tega membuangnya. Namun bagi warga sekitar, kisah ini telah meninggalkan luka yang dalam — bukan hanya karena kematian seorang bayi, tapi karena di balik tubuh mungil itu tersimpan cerita tentang putus asa, ketakutan, dan barangkali keheningan seorang ibu yang tak tahu harus berbuat apa.
Di pinggir sungai itu, daun pisang yang sempat menutupi tubuhnya kini telah hanyut. Tapi kenangan tentang bayi kecil itu akan terus mengapung di hati warga Pemogan — mengingatkan bahwa di tengah hiruk pikuk kota, masih ada tangis yang tak pernah terdengar. BWN-01
Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM Badung Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR