Denpasar, baliwakenews.com
Aparat Satuan Reskriminal Polresta Denpasar mengungkap home idustri minuman keras (miras) opolosan dengan omset jutaan rupiah. Seorang tersangka, Saepudin alias Asep (33) ditangkap saat sedang berada di parkiran rumah makan siap saji KFC Jalan Kebo Iwa, Denpasar Utara, Rabu 12 Mei 2021 sekitar pukul 16.00 Wita.
Kapolresta Denpasar Kombes Jansen Avitus Panjaitan mengatakan, terungkapnya home industri miras tersebut berdasarkan laporan masyarakat yang merasa tertipu setelah membeli miras melalui online. “Angota Satuan Reskriminal Polresta Denpasar lantas melakukan penelusuran dan menyelidi keberadaan tersangka,” ucapnya, didampingi Kasat Reskrim Kompol Mikael Hutabarat, Jumat 21 Mei 2021.
Dengan berpura-pura memesan miras jenis Jack Daniel melalui media sosial, petugas berhasil menjebak tersangka saat melakukan transaksi di parkiran KFC Jalan Kebo Iwa. “Setelah ditangkap, tersangka digiring ke kosnya di Jalan Padang Luih No. 130 E, Dalung, Kuta Utara, Badung,” kata Jansen.
Dari tempat tinggal tersangka, diamankan berbagai jensi bahan, kemasan, botol dan pita cukai untuk miras yang dioplos. Seperti, pewarna makanan, gula jawa, alkohol murni, alat pengukur kadar alkohol dan sejumlah uang hasil penjualan miras oplosan.
Tersangka asal Jakarta Utara itu bisa membuat miras oplosan belajar dari internet. Kemudian dia mendapatkan stiker dan pita cukai dari temannya bernama Shandi. “Tersangka menjual miras merek Chivas dan lainnya melalui facebook bernama Asep, serta market place dan grup facebook bernama komunitas alkohol dengan harga Rp 130.000 hingga 150.000 perbotol. Sedangkan anggur merah cap Orang Tua oplosan dengan harga Rp 40.000 hingga Rp 43.000 perbotol,” tegasnya.
Sementara menurut tersangka, dia mampu membuat puluhan botol anggur merah dan miras oplosan lainnya hanya dalam waktu sekitar 5 menit. “Bahan bakunya adalah air putih dicampur alkohol murni dicampur etanol yang dibeli dari apotik. Kemudian campuran itu ditambahkan gula jawa, perasa anggur, asam jawa dan pewarna makanan,” ujarnya sambil tertunduk.
Asep mengaku mulai bisnis miras oplosan sejak awal Februari 2021. Selama sebulan dia mampu menjual ratusan botol berbagai jenis miras dengan omset labih dari Rp 5 juta. “Dari modal yang saya keluarkan, dapat keuntungan tiga kali lipat. Saya edarkan ke seluruh Bali. Yang paling laris anggur merah,” imbuhnya.
Apakah miras oplosan itu berbahaya ? Asep mengaku jika selama ini miras oplosannya tidak sampai memakan korban. “Ya aman, karena saya menggunakan bahan makanan jadi aman,” ucapnya.
Namun sebaliknya, Kombes Jansen mengatakan malah miras yang diproduksi tersebut sangat bahaya. Selain tidak melewati uji lab, minuman itu juga menggunakan etanol yang sangat berbahaya untuk kesehatan. “Ini sangat berbahaya sekali. Sata himbau ke masyarakat agar waspada dan hati-hati,” tegasnya. BWN-01































