Badung Mulai “Perang” Lawan Macet Uluwatu, Enam Titik di Pecatu Disulap Jadi Jalur Lancar

Iklan Home Page

Mangupura, Baliwakenews.com

Pemerintah Kabupaten Badung mulai bergerak cepat mengatasi kemacetan parah menuju kawasan wisata Uluwatu. Melalui Dinas Perhubungan, rekayasa lalu lintas besar-besaran disiapkan di kawasan Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, dengan target mulai diterapkan pada 1 Juni 2026.

Langkah ini menjadi strategi jangka pendek untuk mengurai kepadatan kendaraan yang selama ini dikeluhkan wisatawan maupun masyarakat, khususnya di jalur menuju destinasi unggulan Bali Selatan.

Pembahasan rekayasa arus tersebut dilakukan dalam rapat koordinasi di Ruang Rapat Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Badung, Rabu (13/5/2026). Selain membahas kemacetan, rapat juga menindaklanjuti permohonan dari Universitas Udayana terkait pengalihan arus sementara dan pembongkaran PJU serta CCTV untuk proyek pembangunan catus pata di Jalan Raya Kampus UNUD, Jimbaran.

Baca Juga:  Harapkan Reward Purnabakti, Forum BPD Datangi DPRD Badung

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Badung, Anak Agung Gede Rahmadi, mengatakan rekayasa lalu lintas akan difokuskan pada enam titik krusial yang selama ini menjadi sumber antrean panjang kendaraan di Pecatu.

“Kita membahas rekayasa lalu lintas di Pecatu untuk memecah kemacetan di pertigaan Toyoning. Ada enam titik mulai dari Nirmala ke selatan, Blimbing, Blimbing Sari, hingga Toyoning 1 dan Toyoning 2,” ujarnya.

Menurut Rahmadi, pola rekayasa dibuat dengan mengurangi titik persilangan kendaraan atau crossing yang selama ini memicu kemacetan parah di sejumlah persimpangan.

“Selama ini kendaraan saling memotong arus di persimpangan sehingga terjadi penundaan panjang. Sekarang kita buat pola melingkar agar kendaraan tetap bergerak dan antrean bisa dikurangi,” jelasnya.

Baca Juga:  Kemenpan RB Tinjau Penggunaan Inovasi fish-Go dan Patriot di Pantai Kedonganan 

Pemkab Badung menilai persoalan macet di jalur wisata selatan tidak bisa dianggap sepele karena berdampak langsung terhadap citra pariwisata Bali. Wisatawan yang menghabiskan waktu berjam-jam di jalan dinilai akan kehilangan kenyamanan selama berlibur.

“Kalau menuju Pecatu atau Uluwatu terus macet tentu membuat wisatawan tidak nyaman. Arahan pimpinan jelas, pariwisata harus berkualitas. Karena itu akses menuju destinasi harus lancar,” tegas Rahmadi.

Tak hanya Pecatu, Dishub Badung juga menyiapkan langkah serupa untuk kawasan Canggu yang kini menghadapi persoalan kepadatan kendaraan semakin serius.

“Nanti berikutnya ke Canggu. Kita urai satu per satu secara bertahap. Ini solusi jangka pendek sambil menunggu pembangunan jalan baru untuk jangka panjang,” katanya.

Baca Juga:  Fraksi Gerindra Sepakat RTRW Badung Diganti

Agar kebijakan baru ini berjalan efektif, Dishub Badung akan menggencarkan sosialisasi melalui pemerintah kecamatan, kepala lingkungan, hingga media sosial. Langkah ini dilakukan agar masyarakat memahami pola arus baru sebelum diterapkan penuh awal Juni mendatang.

Dengan rekayasa ini, Pemkab Badung berharap akses menuju kawasan wisata unggulan seperti Uluwatu menjadi lebih cepat, nyaman, dan mampu mendukung kualitas pariwisata Bali di tengah lonjakan kunjungan wisatawan. BWN-03/Kominfo

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Nyepi Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemprov. BaliIklan Nyepi Pemprov. BaliIklan BWNIklan Nyepi PDAM BadungIklan Nyepi DPRD Badung Iklan UNWAR