KERUK-Alat Berat diterjunkan melakukan pengurukan pasir di pesisir Pantai Nusa Dua yang terkena abrasi. (ISTIMEWA/BWN)
Mangupura, baliwakenews.com
Abrasi parah melanda kawasan Pantai Nusa Dua. Tidak hanya mengikis pasir, gelombang ganas juga membuat jalan setapak yang ada di lokasi terputus.
Menyikapi kondisi ini, pihak Balai Wilayah Sungai Bali Penida (BWS BP) mulai melakukan langkah antisipasi. Salah satunya dengan melakukan pengurukan pasir di lokasi yang terkena abrasi. Beberapa alat berat diterjunkan untuk memindahkan pasir untuk ditimbun di sepanjang pesisir tersebut.
Langkah ini mendapat Apresiasi dari Pengunjung yang mulai ramai berkunjung ke Pantai Nusa Dua. Seperti yang disampaikan salah seorang wisatawan, jika tidak ditangani Kondisi Jalan yang rusak karena abrasi bisa membahayakan pejalan kaki. “Ini bagus, jadinya selain rapi juga tidak membahayakan,” ujar wisatawan domestik tersebut.
Hal senada disampaikan oleh salah seorang pengunjung yang sedang berolahraga di kawasan tersebut, Agus. Dia juga menilai langkah penanganan abrasi tersebut sangat positif. Sebab kawasan tersebut sudah cukup lama rusak akibat diterjang gelombang ganas. “Dulu kalau Kita berolahraga tidak bisa lewat jalan setapak ini karena rusak,” ujarnya.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker Sungai Pantai I, Balai Wilayah Sungai Bali Penida (BWS BP), Wayan Riasa sebelumnya mengungkapkan kalau Penanganan abrasi tersebut sudah terkontrak dalam satu paket pengurukan pasir dengan abrasi yang ada di Sanur dan Tanjung Benoa.
Dimana pengerjaan di Sanur dan Nusa Dua sudah mulai berjalan. Sedangkan untuk abrasi di Tanjung Benoa akan mulai dilakukan tahun ini.
Menurut dia proyek ini bersifat multi years pengerjaanya sehingga tidak terpengaruh akan waktu dengan sumber dana dari anggaran pemerintah pusat yang merupakan pinjaman Jepang. “Anggarannya memang relatif kecil hanya Rp 15 miliar untuk satu paket Sanur, Tanjung Benoa dan Nusa Dua,” bebernya. BWN-04