Gelombang Laut Selatan Bali Capai 4 Meter, Wisata Bahari dan Nelayan Diminta Waspada

Iklan Home Page

Mangupura, baliwakenews.com


Aktivitas wisata bahari dan pelayaran di perairan selatan Bali diminta meningkatkan kewaspadaan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan tinggi gelombang di laut selatan Bali berpotensi mencapai 4 meter dalam beberapa hari ke depan akibat menguatnya angin monsun timur.


Prakirawan Cuaca BBMKG Wilayah III, Wulan Wandarana, mengatakan angin monsun timur yang bertiup dari Australia menuju Asia melintasi wilayah Indonesia, termasuk Bali, menjadi pemicu utama meningkatnya kecepatan angin dan tinggi gelombang di sejumlah perairan.


Meski kondisi cuaca di Bali hingga beberapa hari ke depan secara umum diprakirakan cerah berawan hingga berawan, masyarakat tetap diminta tidak mengabaikan potensi bahaya yang ditimbulkan angin kencang, terutama bagi mereka yang beraktivitas di laut maupun kawasan pesisir.

Baca Juga:  Akhirnya, Ibu dan Anak yang Tersesat di Batukaru Ditemukan


Berdasarkan prakiraan BMKG untuk periode 21–24 Juli 2026, tinggi gelombang di perairan utara Bali diperkirakan berkisar 0,5 hingga 2 meter. Sementara di perairan selatan Bali, tinggi gelombang dapat mencapai 1 hingga 4 meter.


Selain itu, gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di Selat Badung, Selat Bali bagian selatan, Perairan Selatan Pulau Bali, serta Selat Lombok bagian selatan. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bagi nelayan, operator kapal, penyedia jasa wisata bahari, hingga wisatawan yang hendak melakukan aktivitas di laut.

Baca Juga:  Ditinggal Masak, Balita Jatuh ke Dalam Sumur di Denpasar


BMKG juga mengingatkan bahwa angin kencang berpotensi menyebabkan pohon tumbang serta mengganggu aktivitas masyarakat di luar ruangan. Karena itu, masyarakat diminta selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum beraktivitas.


Dari hasil analisis BMKG, pola angin di perairan utara Bali umumnya bertiup dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan 4–30 knot, sedangkan di perairan selatan bertiup dari arah timur-tenggara dengan kecepatan 4–25 knot.


BMKG turut mengeluarkan peringatan keselamatan pelayaran. Perahu nelayan berpotensi menghadapi risiko saat kecepatan angin mencapai 15 knot dengan tinggi gelombang 1,25 meter. Sementara kapal tongkang berisiko apabila kecepatan angin mencapai 16 knot disertai tinggi gelombang 1,5 meter.

Baca Juga:  Pansus DPRD Badung Kebut Raperda Pelestarian Seni dan Budaya, Siapkan Payung Hukum Lindungi Warisan Bali


Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi cuaca dan peringatan dini yang dikeluarkan BMKG sebagai acuan sebelum melakukan perjalanan laut maupun aktivitas di kawasan pantai, sehingga potensi risiko akibat cuaca ekstrem dapat diminimalkan. BWN-04

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR