Mangupura, baliwakenews.com
Upaya Pemerintah Kabupaten Badung mengurai kemacetan menuju kawasan wisata Uluwatu mulai memasuki tahap nyata. Pembangunan Jalan Lingkar Selatan (JLS) di Desa Pecatu kini telah dimulai setelah proses pembebasan lahan rampung, membuka harapan baru bagi kelancaran mobilitas masyarakat dan wisatawan.
Aktivitas pembangunan terlihat di sejumlah titik, terutama di Jalan Raya Uluwatu, tepat di depan Pura Karang Boma. Alat berat mulai melakukan penataan material limestone sebagai fondasi badan jalan yang nantinya menjadi jalur alternatif menuju kawasan Uluwatu dan Labuan Sait.
Pengerjaan proyek ini mendapat perhatian besar dari masyarakat. Sejak alat berat mulai beroperasi, banyak warga mendatangi lokasi untuk melihat langsung perkembangan pembangunan. Sebagian bahkan mengabadikannya melalui media sosial karena penasaran dengan trase dan bentuk jalan baru yang akan menjadi akses alternatif menuju kawasan wisata tersebut.
Bendesa Adat Pecatu, Made Sumerta, mengatakan salah satu ruas yang tengah dikerjakan berada di depan Pura Karang Boma dan akan menghubungkan Jalan Raya Uluwatu dengan kawasan Labuan Sait.
“Salah satu jalur yang sedang dikerjakan berada di depan Pura Karang Boma. Nantinya jalur ini akan menghubungkan Jalan Uluwatu hingga tembus ke wilayah Labuan Sait,” ujarnya, Kamis (9/7/2026).
Menurutnya, Jalan Lingkar Selatan diharapkan mampu mengurangi kepadatan lalu lintas yang selama ini menjadi persoalan utama menuju DTW Uluwatu, terutama pada jam-jam kunjungan wisatawan. Namun, ia menilai pembangunan jalan baru juga harus diiringi dengan penataan jaringan jalan yang sudah ada agar distribusi arus kendaraan berjalan optimal.
Sementara itu, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menegaskan pembangunan Jalan Lingkar Selatan merupakan salah satu proyek strategis untuk meningkatkan daya dukung kawasan pariwisata Badung.
“Jalan Lingkar Selatan merupakan salah satu upaya kami dalam meningkatkan carrying capacity kawasan pariwisata. Tidak ada pilihan lain, kita harus fokus pada pembangunan infrastruktur,” tegasnya.
Ia menjelaskan, pemerintah menargetkan penyelesaian jaringan Jalan Lingkar Barat yang menghubungkan Jimbaran, Uluwatu hingga Jalan Kampus Udayana sepanjang lebih dari sembilan kilometer pada 2027. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu memperlancar akses menuju berbagai destinasi wisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) Badung.
Setelah jaringan jalan selesai dibangun, pemerintah juga akan menerapkan rekayasa lalu lintas di kawasan Uluwatu. Dinas Perhubungan telah diminta menyiapkan skema pengaturan arus kendaraan, termasuk memanfaatkan jalan tembus Setra Pecatu–Melasti sebagai jalur alternatif.
Selain pembangunan jalan, Pemkab Badung juga tengah mengkaji penyediaan transportasi publik berbasis kendaraan listrik berupa shuttle menuju kawasan wisata. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan wisatawan terhadap kendaraan pribadi sehingga penanganan kemacetan dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan. BWN-04

































