Ribuan Penonton Terpukau! Sanggama Rohani Hidupkan Tradisi Tipat Bantal di PKB 2026

Iklan Home Page

Denpasar, Baliwakenews.com

Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Provinsi Bali, bergemuruh saat Sanggar Seni Tugek Carangsari, Banjar Pemijian, Desa Carangsari, Kecamatan Petang, tampil sebagai Duta Kabupaten Badung dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII 2026, Jumat (3/7/2026) malam.

Mengusung garapan kolosal bertajuk “Sanggama Rohani”, pertunjukan ini sukses memukau ribuan penonton melalui perpaduan dramatari, tari tradisional, tabuh, serta tata artistik yang megah. Tak sekadar menyajikan hiburan, karya ini juga mengangkat nilai spiritual dan filosofi dari Tradisi Tipat Bantal yang masih lestari di Desa Adat Kapal.

Garapan tersebut mengisahkan perjalanan Patih Kebo Iwa yang mendapat tugas dari Raja Bumi Banten untuk merestorasi Pura Sada di Desa Kapal. Dalam perjalanannya bersama empat pengabih, Kebo Iwa menemukan masyarakat Desa Kapal sedang dilanda wabah penyakit.

Baca Juga:  Sambangi Jembrana, Badung Angelus Buana Gelontor Hibah Dan BKK Senilai 68 M Lebih

Melalui semadi di Pura Sada, Kebo Iwa memperoleh pawisik agar masyarakat menggelar ritual penyucian roh. Ritual itu kemudian diwujudkan dalam Tradisi Tipat Bantal yang hingga kini masih dilaksanakan setiap Purnama Kapat sebagai simbol penyucian, keseimbangan, dan keharmonisan hidup.

Koreografer sekaligus penata kostum, Gusti Ngurah Gede Oka Wiratmaja, mengungkapkan garapan tahun ini menjadi penampilan yang sangat spesial karena mengangkat salah satu warisan budaya khas Kabupaten Badung yang masih terus dijaga masyarakat.

Baca Juga:  Apresiasi Kreatifitas Pemuda Hindu Bali, Ini Pesan Ketua DPRD Badung

“Hari ini sangat spesial karena kami menampilkan Tradisi Siat Tipat Bantal dari Desa Adat Kapal. Tradisi inilah yang kami angkat bersama sekitar 150 seniman yang terlibat dalam pertunjukan ini,” ujarnya.

Menurutnya, pemilihan tema tersebut merupakan upaya memperkenalkan kekayaan budaya Badung kepada masyarakat luas melalui panggung PKB yang menjadi etalase seni dan budaya Bali.

Ia menjelaskan, Tipat Bantal bukan sekadar tradisi, tetapi memiliki filosofi mendalam sebagai simbol pertemuan purusa dan pradana yang melahirkan kehidupan. Nilai tersebut diharapkan mampu menginspirasi lahirnya kreativitas baru tanpa meninggalkan akar budaya Bali.

“Tipat Bantal melambangkan pertemuan purusa dan pradana yang melahirkan kehidupan baru. Filosofi ini kami harapkan menjadi inspirasi untuk terus melahirkan karya seni sekaligus menjaga tradisi leluhur,” jelasnya.

Baca Juga:  Dunia Usaha Peduli Penanggulangan Covid-19 di Badung, Wabup Suiasa Terima Bantuan CSR dari 6 Pengusaha

Melalui “Sanggama Rohani”, Sanggar Seni Tugek Carangsari berhasil menghadirkan pertunjukan yang bukan hanya spektakuler secara visual, tetapi juga sarat makna. Penampilan ini sekaligus menegaskan bahwa tradisi lokal seperti Tipat Bantal tetap relevan dan mampu menjadi daya tarik budaya yang memukau di panggung Pesta Kesenian Bali XLVIII. BWN-03/Kominfo

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR