Mangupura, baliwakenewa.com
Beragam pertunjukan budaya dan aktivitas wisata di Pulau Peninsula menjadi magnet kunjungan selama libur sekolah. Ramainya wisatawan yang memadati kawasan tersebut turut berdampak positif terhadap tingkat hunian hotel di kawasan The Nusa Dua yang mulai menunjukkan tren peningkatan.
General Manager The Nusa Dua, Made Agus Dwiatmika, mengatakan momentum libur sekolah menjadi salah satu pendorong naiknya okupansi hotel. Dari sebelumnya berada di kisaran 70 persen, tingkat hunian kini ditargetkan meningkat hingga 75 persen.
“Okupansi sebelumnya rata-rata sekitar 70 persen. Saat libur sekolah ini mulai meningkat dan kami menargetkan bisa mencapai 75 persen. Untuk komposisi tamu, sekitar 85 persen masih wisatawan mancanegara dan 15 persen wisatawan domestik,” ujarnya di Nusa Dua, Jumat (3/7/2026).
Selain Pulau Peninsula yang ramai dikunjungi karena berbagai pertunjukan budaya, destinasi Water Blow juga masih menjadi salah satu daya tarik utama kawasan The Nusa Dua. Lokasi ini tetap menjadi favorit wisatawan yang ingin menyaksikan semburan ombak di antara tebing karang.
Meski kunjungan wisatawan terus meningkat, pengelola memastikan belum ada rencana menaikkan harga tiket masuk Water Blow. Hingga kini belum terdapat penambahan atraksi maupun fasilitas baru yang menjadi dasar penyesuaian tarif.
“Saat ini kami masih fokus melakukan penguatan destinasi yang sudah ada, sehingga belum ada rencana menaikkan harga tiket,” kata Agus.
Di tengah meningkatnya kunjungan wisatawan, kawasan The Nusa Dua juga masih menjalani proses revitalisasi. Agus mengakui sejumlah pekerjaan, seperti penebalan aspal menuju Pulau Peninsula, sedikit memengaruhi kenyamanan pengunjung. Namun pekerjaan tersebut tetap harus berjalan sesuai jadwal.
“Pasti ada sedikit gangguan, seperti penebalan aspal menuju Pulau Peninsula. Namun revitalisasi harus tetap berjalan sesuai rencana meskipun pengunjung sedang ramai. Kami mohon pengertian dari para wisatawan,” ujarnya.
Sementara itu, rencana membuka kawasan Pulau Peninsula pada malam hari masih dalam tahap kajian. Menurut Agus, pengelola masih harus mempersiapkan berbagai infrastruktur pendukung, terutama sistem pencahayaan yang memperhatikan aspek keamanan dan estetika kawasan.
“Untuk saat ini belum. Kami masih harus mempersiapkan penerangan, jenis lampu, warna pencahayaan, dan berbagai aspek pendukung lainnya sebelum kawasan dapat dibuka pada malam hari,” pungkasnya.
Pantauan di kawasan Pulau Peninsula pada Jumat sore menunjukkan suasana yang cukup ramai. Wisatawan memadati area tersebut untuk menikmati berbagai pertunjukan budaya yang digelar selama musim libur sekolah, sekaligus menikmati panorama pantai khas kawasan Nusa Dua. BWN-04

































