Mangupura, baliwakenews.com
Upaya mengurangi banjir yang selama ini menjadi persoalan di kawasan Kuta memasuki babak baru. Pemerintah Kabupaten Badung mulai merealisasikan pembangunan sistem pengendalian banjir terpadu melalui stasiun pompa berkapasitas besar di muara Tukad Mati.
Proyek yang berlokasi di sekitar bendung gerak Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida itu diharapkan mampu mengurangi genangan yang kerap mengganggu aktivitas masyarakat, lalu lintas, hingga sektor pariwisata saat hujan deras bersamaan dengan pasang air laut.
Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Badung, AA Rama Putra, mengatakan stasiun pompa tersebut dirancang untuk mengendalikan debit air Sungai Tukad Mati agar tidak meluap ke kawasan permukiman, jalan utama, maupun area komersial.
“Melalui stasiun pompa ini, debit air sungai dapat dikendalikan sehingga tidak meluap ke permukiman, jalan raya, maupun kawasan komersial saat curah hujan tinggi dan air laut pasang,” ujarnya, Selasa (30/6/2026).
Stasiun pompa akan dilengkapi enam unit pompa dengan kapasitas gabungan mencapai 30.000 liter per detik. Sistem ini akan mempercepat aliran air menuju laut ketika aliran sungai tertahan akibat pasang air laut, sehingga potensi banjir di wilayah Kuta dan sekitarnya dapat ditekan.
Pemerintah Kabupaten Badung mengalokasikan anggaran lebih dari Rp122 miliar untuk pembangunan infrastruktur tersebut. Proyek dikerjakan oleh PT Rafa Karya Indonesia dengan CV Prema Wangun Jaya sebagai konsultan supervisi dan ditargetkan rampung dalam waktu 210 hari kalender.
Selain mengurangi genangan, keberadaan stasiun pompa diharapkan mampu melindungi berbagai infrastruktur penting, mulai dari jalan protokol, fasilitas publik, hingga kawasan ekonomi dan pariwisata yang menjadi wajah utama Kabupaten Badung.
Sebelum konstruksi dimulai, Pemkab Badung juga telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat di Kantor Camat Kuta sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan proyek.
Dengan hadirnya sistem pompa terpadu ini, pemerintah berharap persoalan banjir yang selama ini menghantui kawasan Kuta dapat berkurang secara signifikan, sekaligus mendukung kenyamanan warga dan wisatawan yang beraktivitas di destinasi wisata unggulan Bali tersebut. BWN-04

































