Mangupura, baliwakenews.com
Kondisi Pasar Higienis Kedonganan, Kecamatan Kuta, yang dibangun pemerintah pusat beberapa tahun lalu kini memprihatinkan. Kerusakan pada sejumlah fasilitas, terutama atap bangunan yang bocor dan rusak, membuat banyak pedagang tidak lagi memanfaatkan gedung tersebut untuk beraktivitas.
Persoalan ini menjadi perhatian Anggota DPRD Badung Dapil Kuta dari Fraksi Golkar, Nyoman Sudana, saat meninjau kondisi pasar bersama Ketua Fraksi Golkar DPRD Badung, I Gusti Ngurah Saskara.
Menurut Sudana, masyarakat Kedonganan berharap pemerintah segera melakukan perbaikan terhadap fasilitas pasar higienis agar dapat kembali berfungsi optimal sebagai pusat perdagangan ikan yang representatif.
“Kami melihat langsung kondisi pasar higienis saat ini yang sudah tidak layak. Aspirasi masyarakat Kedonganan adalah agar pemerintah dapat segera memperbaiki fasilitas pasar higienis sehingga bisa kembali dimanfaatkan oleh para pedagang,” ujar Sudana, Kamis (25/6).
Selain kondisi bangunan, kapasitas cold storage atau tempat penyimpanan ikan juga dinilai sudah tidak mampu mengakomodasi kebutuhan para nelayan dan pelaku usaha perikanan. Fasilitas yang ada saat ini merupakan bantuan yang telah beroperasi lebih dari 15 tahun dengan kapasitas sekitar 30 hingga 35 ton.
Sudana menilai kapasitas tersebut sudah tidak sebanding dengan volume hasil tangkapan ikan yang masuk ke Kedonganan, yang dikenal sebagai salah satu sentra perikanan terbesar di Bali.
“Kami berharap ke depan pemerintah terkait dapat membantu pembangunan cold storage dengan kapasitas mencapai 100 ton. Potensi perikanan di Kedonganan sangat besar sehingga membutuhkan fasilitas penyimpanan yang lebih memadai,” katanya.
Ia menambahkan, ketersediaan lahan tidak menjadi kendala karena lokasi yang direncanakan merupakan aset milik Desa Adat Kedonganan dengan luas sekitar 25 hingga 30 are yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan fasilitas perikanan.
Sementara itu, Ketua Fraksi Golkar DPRD Badung, I Gusti Ngurah Saskara, menegaskan pihaknya akan mengawal dan menjembatani aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui wakil rakyat di DPRD Badung.
“Tentu kami akan menjembatani apa yang menjadi aspirasi masyarakat yang dititipkan kepada rekan kami di Fraksi Golkar. Harapan kami persoalan ini bisa menjadi atensi dan perhatian dari instansi terkait,” ujar Saskara.
Menurutnya, meskipun terkesan sebagai persoalan kecil, keberadaan pasar higienis dan fasilitas pendukungnya memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas ekonomi masyarakat pesisir Kedonganan.
“Hal-hal seperti ini justru sangat penting karena dapat membantu menciptakan suasana pasar yang lebih baik. Dengan adanya perbaikan fasilitas, pasar ini bisa kembali difungsikan secara optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Saskara berharap proses perbaikan dan pengembangan fasilitas pasar tidak berlarut-larut. Jika terus dibiarkan tanpa penanganan, kondisi bangunan dikhawatirkan akan semakin rusak dan tidak memberikan citra yang baik bagi kawasan Kedonganan sebagai salah satu pusat perikanan unggulan di Kabupaten Badung.
“Kalau dibiarkan terus-menerus tentu tidak akan menjadi sesuatu yang baik bagi daerah kita. Karena itu kami berharap ada langkah nyata dari pihak terkait agar pasar ini kembali hidup dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Fraksi Golkar DPRD Badung berharap revitalisasi Pasar Higienis Kedonganan serta penambahan fasilitas cold storage berkapasitas besar dapat segera direalisasikan guna mendukung peningkatan sektor perikanan, memperkuat perekonomian masyarakat, dan menjaga eksistensi Kedonganan sebagai sentra perikanan utama di Bali. BWN-05
































