Wisatawan Asing Meningkat 60 Persen, Pantai Pandawa Berjuang Selamatkan Pasir Putih dari Abrasi

Iklan Home Page

Mangupura, baliwakenews.com


Di tengah melonjaknya kunjungan wisatawan mancanegara ke Pantai Pandawa, Desa Adat Kutuh justru dihadapkan pada tantangan besar: menyelamatkan hamparan pasir putih yang menjadi ikon destinasi tersebut dari ancaman abrasi yang terus menggerus garis pantai.


Pengelola mencatat kunjungan wisatawan asing ke Pantai Pandawa meningkat hingga 60 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun di balik kabar menggembirakan itu, abrasi perlahan mengubah wajah pantai. Sejumlah area yang sebelumnya dipenuhi pasir putih kini mulai didominasi hamparan karang akibat kikisan ombak.


Bendesa Adat Kutuh, Jro Nyoman Mesir, mengatakan fenomena hilang-munculnya pasir di Pantai Pandawa sebenarnya bukan hal baru. Namun belakangan jumlah pasir yang kembali ke pantai semakin sedikit sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap keberlanjutan destinasi wisata unggulan Bali Selatan tersebut.


“Pasir di Pantai Pandawa memang unik. Pada musim tertentu bisa hilang terbawa ombak, kemudian kembali lagi. Dulu saat masih banyak budidaya rumput laut, pasir-pasir itu seperti tertahan. Sekarang kondisinya berbeda, abrasi semakin terasa,” ujarnya saat mendampingi kunjungan Kementerian Pariwisata ke Pantai Pandawa, Jumat (19/6/2026).

Baca Juga:  Bupati Giri Prasta Serahkan Sertifikat Kesehatan Koperasi


Saat ini Pantai Pandawa telah memiliki satu unit groin atau bangunan pemecah arus yang berfungsi mengurangi dampak abrasi dan menahan pergerakan pasir. Namun menurut Jro Mesir, satu groin belum cukup untuk melindungi seluruh kawasan pesisir.


Karena itu, Desa Adat Kutuh mengusulkan pembangunan dua groin tambahan guna memperkuat perlindungan pantai sekaligus menjaga keberadaan pasir putih yang menjadi daya tarik utama wisatawan.


“Kami berharap Kementerian Pariwisata dapat membantu mengomunikasikan kebutuhan ini kepada kementerian terkait dan pihak-pihak lainnya agar pembangunan dua groin tambahan bisa terealisasi,” katanya.


Selain abrasi, pihak desa juga menyoroti persoalan estetika kawasan wisata. Keberadaan kabel utilitas yang masih membentang di sejumlah titik dinilai mengurangi keindahan panorama Pantai Pandawa yang selama ini menjadi lokasi favorit wisatawan untuk berfoto.
“Masa wisatawan mau selfie, yang terlihat justru kabel semrawut,” ujar Jro Mesir sambil tersenyum.

Baca Juga:  Wabup Buka Lomba Bapang Barong Buntut dan Mekendang Tunggal Regenerasi


Di sisi lain, Manager DTW Pantai Pandawa, Wayan Letra, mengungkapkan tren kunjungan wisata saat ini menunjukkan perubahan yang cukup signifikan. Jika wisatawan mancanegara terus bertumbuh, kunjungan wisatawan domestik justru mengalami penurunan hingga 40 persen.


Menurutnya, penurunan terutama terjadi pada kunjungan rombongan, sementara wisatawan yang datang secara mandiri masih menunjukkan peningkatan. Salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut adalah kebijakan pembatasan perjalanan dan peniadaan program study tour di sejumlah daerah.


“Rata-rata kunjungan saat ini sekitar 3.000 orang per hari, turun dari sekitar 4.000 orang per hari pada tahun lalu. Untuk liburan sekolah memang belum terlalu terlihat. Namun wisatawan mancanegara meningkat signifikan. Jika tahun 2025 masih di bawah 1.000 orang per hari, sekarang sudah lebih dari 1.000 orang per hari,” jelasnya.


Untuk menjaga daya saing destinasi, pengelola terus menghadirkan berbagai inovasi. Salah satunya melalui program satu tiket untuk tiga destinasi, yang memungkinkan wisatawan mengunjungi Pantai Pandawa, Tanah Barak, dan Pantai Timbis dalam satu paket perjalanan. Wisatawan juga dapat menikmati pertunjukan Tari Kecak sebagai bagian dari pengalaman wisata.

Baca Juga:  Gubernur Koster Komit Bangun SDM Bali Unggul, Perkuat Akses Pendidikan Tinggi Lewat Program SKSS


Strategi tersebut diharapkan mampu meningkatkan lama tinggal wisatawan sekaligus memperkuat posisi Pantai Pandawa sebagai salah satu destinasi favorit di Bali Selatan.


Namun bagi masyarakat Desa Adat Kutuh, peningkatan kunjungan wisatawan belum cukup menjadi ukuran keberhasilan. Menjaga keberadaan pasir putih yang menjadi identitas Pantai Pandawa dinilai sama pentingnya dengan mendatangkan wisatawan. Jika abrasi terus dibiarkan, bukan hanya bentang alam yang terancam berubah, tetapi juga daya tarik utama yang selama ini membuat Pantai Pandawa dikenal dunia. BWN-04

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR