Mangupura, baliwakenews.com
Ribuan warga yang bermukim dan beraktivitas di sepanjang pesisir selatan Bali diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul potensi banjir pesisir (rob) yang diperkirakan terjadi pada 12-20 Juni 2026. Fenomena alam Super New Moon yang akan mencapai puncaknya pada 15 Juni berpotensi memicu kenaikan muka air laut dan mengganggu aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah pesisir.
Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III mengingatkan bahwa dampak pasang maksimum air laut tidak hanya mengancam kawasan permukiman pesisir, tetapi juga berpotensi mengganggu aktivitas pelabuhan, perikanan, hingga usaha tambak masyarakat.
Kepala BBMKG Wilayah III, Cahyo Nugroho, menjelaskan fenomena Super New Moon terjadi ketika fase bulan baru bertepatan dengan posisi bulan berada pada titik terdekat dengan bumi (perigee). Kondisi ini dapat meningkatkan gaya tarik gravitasi yang memengaruhi tinggi pasang air laut.
Berdasarkan hasil pemantauan water level dan prediksi pasang surut, wilayah yang berpotensi terdampak meliputi pesisir selatan Jembrana, Tabanan, Badung, Denpasar, Gianyar, hingga Klungkung.
“Potensi banjir pesisir (rob) ini berbeda waktu, baik hari maupun jam kejadiannya, di setiap wilayah,” ujar Cahyo, Kamis (11/6/2026).
Menurutnya, kenaikan muka air laut dapat menyebabkan genangan di kawasan pesisir yang selama ini menjadi pusat aktivitas masyarakat maupun sektor pariwisata. Aktivitas bongkar muat di pelabuhan, kegiatan nelayan, hingga usaha perikanan darat berpotensi terdampak apabila pasang maksimum terjadi.
Karena itu, BMKG meminta masyarakat pesisir, nelayan, pelaku usaha kelautan dan perikanan, serta pengelola kawasan wisata pantai untuk menyiapkan langkah antisipasi sejak dini.
“Masyarakat diimbau selalu waspada dan siaga mengantisipasi dampak pasang maksimum air laut serta terus memperhatikan pembaruan informasi cuaca maritim dari BMKG Wilayah III,” kata Cahyo.
BMKG juga mengingatkan masyarakat agar rutin memantau informasi cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG untuk mengetahui perkembangan terbaru terkait potensi banjir rob maupun kondisi cuaca maritim lainnya.
Dengan peringatan dini tersebut, masyarakat diharapkan dapat melakukan mitigasi lebih awal sehingga risiko kerugian akibat genangan air laut dapat ditekan seminimal mungkin.BWN-04
































