Tak Sekadar Festival, Bali Jagadhita 2026 Jadi Mesin Uang Baru Pulau Dewata

Iklan Home Page

Denpasar, Baliwakenews.com

Bali kembali menunjukkan taringnya sebagai mesin pertumbuhan ekonomi nasional. Gelaran Bali Jagadhita VII Tahun 2026 resmi ditutup dengan sederet capaian fantastis: potensi transaksi pariwisata mencapai Rp6,9 triliun, nilai transaksi dan potensi ekspor UMKM sebesar Rp30 miliar, hingga semakin derasnya minat investor asing terhadap proyek-proyek unggulan di Bali dan Nusa Tenggara.

Ajang yang berlangsung pada 5–7 Juni 2026 di Mal Bali Galeria, Denpasar, itu bukan sekadar pameran tahunan. Bali Jagadhita menjelma menjadi panggung besar yang mempertemukan pelaku usaha, investor global, pelaku pariwisata, hingga pemerintah dalam satu ekosistem ekonomi berkelanjutan.

Bank Indonesia Provinsi Bali mencatat, forum ini berhasil memperkuat tiga pilar utama ekonomi Bali, yakni perdagangan, pariwisata, dan investasi.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Achris Sarwani, mengatakan Bali Jagadhita telah berkembang menjadi program strategis yang mampu mengintegrasikan berbagai sektor ekonomi dalam satu gerakan bersama.

“Bali Jagadhita diharapkan menjadi momentum penting dalam mendukung visi pembangunan Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali sekaligus memberikan manfaat bagi kepentingan daerah dan nasional,” ujarnya.

Baca Juga:  PKB XLIV : Arja Banjar Lantang Bejuh Sesetan Bawakan Cerita Swadarmaning Suputra

Menurutnya, selama penyelenggaraan tahun ini tercatat transaksi penjualan dan potensi ekspor mencapai Rp30 miliar. Sementara dari sektor pariwisata, potensi kesepakatan bisnis Bali-Nusa Tenggara menembus angka Rp6,9 triliun.

Tak hanya itu, Bali Jagadhita juga mempertemukan 22 pemilik proyek investasi dengan enam duta besar negara sahabat serta 35 investor potensial dari berbagai negara.

Penutupan Bali Jagadhita dihadiri sejumlah diplomat asing, mulai dari Duta Besar Bulgaria, Bahrain, Oman, Armenia, Pakistan hingga Rumania. Kehadiran mereka menjadi sinyal kuat meningkatnya kepercayaan dunia internasional terhadap iklim investasi Bali.

Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, yang mewakili Gubernur Bali, menegaskan bahwa pemerintah daerah terbuka terhadap investasi yang masuk selama tetap berpihak pada masyarakat, budaya, dan lingkungan.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Bali, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya. Kolaborasi menjadi kunci mempercepat pertumbuhan ekonomi Bali yang berkualitas dan berkelanjutan,” katanya.

Baca Juga:  Pemkot Gandeng Komunitas Semprotkan Eco Enzyme Selama 5 Hari

Sementara itu, Asisten Gubernur Bank Indonesia, Rudy Brando Hutabarat, menyebut Bali layak menjadi contoh nasional dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan stabilitas harga.

Pada triwulan I 2026, ekonomi Bali tercatat tumbuh 5,58 persen, sementara inflasi tetap terkendali pada level 2,91 persen.

Menurut Rudy, kondisi tersebut menjadi modal penting bagi investor.

“Bali merupakan destinasi investasi dengan daya saing kuat, didukung pertumbuhan ekonomi yang solid, stabilitas harga yang terjaga, ekosistem pariwisata kelas dunia, serta komitmen pemerintah daerah terhadap investasi yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan,” tegasnya.

Dari sektor perdagangan, Bali Jagadhita menghadirkan peragaan busana fesyen berkelanjutan karya desainer muda sekaligus mendorong praktik bisnis hijau berbasis wastra Nusantara.

Momentum penutupan juga diwarnai pencapaian membanggakan berupa penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori pembuatan tote bag bermotif lukis endek Bali dengan jumlah peserta terbanyak.

Kabar menggembirakan lainnya datang dari UMKM binaan Bank Indonesia Bali, Macha Home Living, yang mencatat potensi ekspor senilai Rp3,3 miliar ke berbagai negara melalui agenda business matching.

Baca Juga:  Ini Alasan Manajemen Pertahankan Ricky Fajrin

Penguatan sektor pariwisata dilakukan melalui rangkaian Bali Beyond Travel Fair (BBTF) 2026 yang digelar pada 28–30 Mei 2026.

Sebanyak 286 seller bertemu dengan 407 buyer dari 44 negara, dengan melibatkan delapan desa wisata Bali-Nusa Tenggara. Hasilnya, potensi transaksi mencapai Rp6,9 triliun.

Capaian tersebut mempertegas bahwa desa wisata kini bukan lagi pelengkap, melainkan kekuatan baru yang menopang pariwisata berkualitas dan berkelanjutan.

Bali Jagadhita VII 2026 pun menjadi bukti bahwa ketika pemerintah, pelaku usaha, perbankan, dan masyarakat bergerak bersama, Bali tidak hanya mampu menjaga statusnya sebagai destinasi wisata terbaik dunia, tetapi juga tampil sebagai pusat perdagangan dan investasi yang semakin diperhitungkan di mata global. BWN-03

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM Badung Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR