Autogate Ngurah Rai Tunjukkan Taji, Buronan Pembunuhan AS Langsung Terdeteksi Saat Tiba di Bali

Iklan Home Page

Mangupura, baliwakenews.com

Kecanggihan sistem autogate di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai kembali membuktikan ketangguhannya. Seorang warga negara Amerika Serikat berinisial AJP, yang masuk daftar buronan kasus pembunuhan di South Carolina, berhasil terdeteksi sesaat setelah mendarat di Bali dari Taipei, Taiwan.

Keberhasilan ini menegaskan autogate bukan sekadar mempercepat proses pemeriksaan imigrasi, tetapi juga menjadi benteng pertahanan pertama dalam menjaga keamanan pintu masuk Indonesia. Sistem yang terintegrasi langsung dengan jaringan Interpol 24/7 memungkinkan identifikasi otomatis terhadap buronan internasional maupun individu yang masuk daftar pencarian orang.

Baca Juga:  Ngabuburit Pengawasan: Bawaslu Kabupaten Badung dan ‘Aisyiyah Gelar Buka Bersama

Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, mengatakan AJP langsung diamankan petugas setelah melewati autogate di Bandara Ngurah Rai.

“AJP diamankan petugas Imigrasi saat melewati autogate di Bandara I Gusti Ngurah Rai. Karena sistem telah terhubung dengan Interpol 24/7, buronan internasional yang mencoba masuk ke Indonesia dapat langsung terdeteksi,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).

AJP diketahui tiba di Bali pada 17 Januari 2026. Dua hari kemudian, pada 19 Januari, pria tersebut diserahkan kepada Direktorat Jenderal Imigrasi untuk menjalani pengawasan ketat di ruang detensi sambil menunggu proses hukum lebih lanjut.

Baca Juga:  Pembegal Beraksi di Sading, Motor Mahasiswi Dirampas

Direktur Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian, Yuldi Yusman, menjelaskan pihaknya terus berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Amerika Serikat selama masa penahanan untuk memastikan seluruh proses administratif dan teknis pemulangan berjalan lancar.

Setelah seluruh prosedur selesai, AJP akhirnya dideportasi pada Kamis (23/4/2026) dengan pengawalan ketat dari US Marshals.

Keberhasilan ini sekaligus mempertegas efektivitas kebijakan selective policy yang diterapkan Direktorat Jenderal Imigrasi, yakni hanya mengizinkan orang asing yang memberikan manfaat dan tidak membahayakan keamanan nasional untuk masuk ke Indonesia.

Baca Juga:  Ny. Seniasih Giri Prasta Tinjau HATINYA PKK di Abiansemal

Di sisi lain, implementasi autogate di Bandara Ngurah Rai juga menjadi bukti nyata keberhasilan transformasi digital di sektor keimigrasian. Selain mempercepat layanan bagi penumpang, teknologi ini mampu meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai ancaman lintas negara.

Autogate kini bukan hanya soal kemudahan, tetapi juga soal keamanan. Dan di Bandara Ngurah Rai, teknologi itu telah membuktikan kelasnya. BWN-04

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Nyepi Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemprov. BaliIklan Nyepi Pemprov. BaliIklan BWNIklan Nyepi PDAM BadungIklan Nyepi DPRD Badung Iklan UNWAR