Denpasar, Baliwakenews.com
Optimisme konsumen di Bali masih terjaga meskipun dunia menghadapi ketidakpastian geopolitik. Bank Indonesia mencatat Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Bali pada Maret 2026 berada di level 127,3 (di atas 100), menandakan keyakinan masyarakat terhadap kondisi ekonomi tetap kuat meski mengalami perlambatan sebesar 2,6% (mtm).
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja dalam keterangannya, Kamis 16 April 2026 mengatakan angka tersebut masih lebih tinggi dari IKK nasional yang berada di 122,9, menunjukkan daya tahan ekonomi Bali yang relatif solid di tengah tekanan global.
Optimisme konsumen terutama ditopang oleh kelompok pendapatan:
Rp3–4 juta (138,6)
Rp5–6 juta (136,8)
Rp2–3 juta (130,5)
“Keyakinan ekonomi juga tercermin dari responden pekerja sektor formal (127,2) dan informal (127,3), yang menunjukkan sentimen positif masih merata di berbagai lapisan masyarakat, ” ungkap Erwin.
Di sisi lain, gejolak geopolitik global, khususnya konflik di kawasan Timur Tengah, mulai berdampak pada ekspektasi konsumen. Hal ini terlihat dari penurunan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) dari 140,2 menjadi 124,7.
Penurunan tersebut dipicu oleh:
Prakiraan penghasilan 6 bulan mendatang turun 15,5% (123,0)
Prakiraan ketersediaan lapangan kerja turun 9,6% (122,0)
Prakiraan kegiatan usaha turun 7,9% (129,0)
Kondisi ini dipengaruhi potensi kenaikan harga avtur dan keterbatasan maskapai akibat konflik global, yang menyebabkan kecenderungan penurunan perjalanan wisatawan ke Bali. Dampaknya, sektor usaha yang bergantung pada pariwisata ikut terdampak.
Namun, momentum Idulfitri berhasil menahan penurunan lebih dalam. Data Angkasa Pura mencatat kunjungan wisatawan Maret 2026 meningkat 9,6% (mtm) menjadi 892 ribu orang.
Kenaikan terutama berasal dari:
Wisatawan nusantara naik 26,3% (mtm)
Wisatawan mancanegara naik 0,8% (mtm)
“Lonjakan ini turut mendorong Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) meningkat dari 121,0 menjadi 129,8 atau naik 7,3% (mtm), ” imbuhnya.
Untuk itu Tim Pengendalian Inflasi Daerah bersama Bank Indonesia terus menjaga stabilitas ekonomi melalui operasi pasar murah, Pengawasan harga pangan dan Penguatan distribusi logistik.
Selain itu, Bank Indonesia juga mempertahankan:
BI-Rate: 4,75%
Deposit Facility: 3,75%
Lending Facility: 5,50%
Sementara itu, pemerintah juga tidak menaikkan harga BBM per 1 April 2026, guna menjaga daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian global.
Erwin Soeriadimadja, menegaskan bahwa stabilitas konsumsi masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi Bali.
Dengan daya tahan konsumsi yang tetap kuat, Bali dinilai masih menjadi wilayah yang menarik bagi pelaku usaha dan investor, khususnya di sektor: Pariwisata, Perdagangan, UMKM dan Jasa pendukung pariwisata.
“Di tengah gejolak global, optimisme konsumen Bali menjadi sinyal positif bagi CEO dan pelaku bisnis untuk tetap ekspansif namun tetap waspada, ” pungkas Erwin. BWN-03


































