Dampak Konflik Timur Tengah, Kenaikan Tarif Tiket DTW Tanah Lot Ditunda

Iklan Home Page

Tabanan, baliwakenews.com

Rencana kenaikan tarif masuk di Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot, Desa Beraban, yang semula dijadwalkan berlaku April ini, resmi ditunda. Keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan situasi global yang masih berdampak pada sektor pariwisata.

Kepala Divisi Promosi dan Pengembangan DTW Tanah Lot, I Wayan Sanjaya Tampi, Minggu 29 Maret 2026 mengatakan penundaan ini dilakukan untuk menjaga stabilitas kunjungan wisatawan.

“Rencana penyesuaian harga tiket masuk dan tiket parkir kami tunda terlebih dahulu dengan melihat situasi global yang mempengaruhi sektor pariwisata,” ujar Sanjaya Tampi.

Dengan penundaan tersebut, tarif tiket yang berlaku saat ini tetap dipertahankan. Untuk wisatawan domestik, tiket anak sebesar Rp 20.000 dan dewasa Rp 30.000. Sedangkan wisatawan mancanegara, tiket anak Rp 40.000 dan dewasa Rp 75.000. Tarif parkir kendaraan juga tidak berubah, yakni sepeda motor Rp 3.000, kendaraan roda empat Rp 5.000, serta kendaraan roda enam seperti bus dan truk sebesar Rp 10.000.

Baca Juga:  DPRD Bali Tetapkan Raperda RPJPD Provinsi Bali Tahun 2025-2045 Menjadi Perda

Untuk diketahui, di tengah ramainya kunjungan libur Idul Fitri, justru kondisi berbeda terlihat dari jumlah kunjungan wisatawan mancanegara khususnya dari kawasan Timur Tengah ke DTW Tanah Lot yang mengalami penurunan akibat situasi global yang bergejolak.

Baca Juga:  Pengembangan Vaksin Covid-19 Indonesia Miliki Dua Opsi

Konflik yang memanas antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat tentu menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi keputusan perjalanan wisatawan dari kawasan tersebut. Isu keamanan, ketidakpastian perjalanan, hingga kondisi geopolitik juga berimbas pada minat bepergian ke luar negeri, termasuk ke Bali.

Sebelumnya, Manajer Operasional DTW Tanah Lot, I Wayan Sudiana, mengakui adanya penurunan tersebut, khususnya dari wisatawan Timur Tengah. Namun, kondisi itu dinilai tidak terlalu berpengaruh signifikan terhadap total kunjungan.

“Memang ada penurunan dari wisatawan Timur Tengah. Namun kontribusinya selama ini tidak dominan, sehingga tidak terlalu berdampak terhadap kunjungan secara keseluruhan,” jelasnya.

Baca Juga:  Bupati Tabanan Hadiri Rapat Paripurna Ke-4 dan Ke-5 Masa Persidangan II Terkait Tanggapan Fraksi DPRD dan Jawaban Bupati Terkait 3 Ranperda

Pihak pengelola menilai, penundaan kenaikan tarif merupakan langkah strategis untuk menjaga daya tarik kunjungan di tengah dinamika global. Selain itu, upaya peningkatan kualitas layanan dan fasilitas tetap dilakukan guna mempertahankan minat wisatawan.

“Ke depan, penyesuaian tarif tentu akan kembali kami kaji dengan melihat perkembangan situasi global serta kondisi pariwisata,” tegasnya. BWN-06

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR