Dari Lapangan Sekolah ke Panggung Dunia: Kisah Kadek Lana Lauditha, Juara Asia yang Bikin Bangga Buleleng

Iklan Home Page

Singaraja, Baliwakenews.com

Di sebuah lapangan sederhana di Singaraja, suara bola kecil memantul berulang kali. Tak ada tribun megah, tak pula fasilitas kelas dunia. Namun dari tempat itulah, mimpi besar seorang remaja bernama Kadek Lana Lauditha mulai ditempa.

Siapa sangka, latihan yang dijalani dengan penuh disiplin sejak 2023 itu kini berbuah manis. Lana sapaan akrabnya berhasil menembus panggung internasional dan mengharumkan nama Indonesia dengan meraih juara pertama nomor mix U-18 dalam ajang World Pickleball Championship Asia 2026 di Thailand.

Perjalanan menuju podium tertinggi itu bukan tanpa tantangan. Di tengah persaingan ketat atlet-atlet Asia, Lana tampil tenang dan penuh percaya diri. Hingga akhirnya, ia memastikan gelar juara setelah menaklukkan wakil tuan rumah—sebuah momen yang menjadi bukti bahwa kerja kerasnya tak sia-sia.

Baca Juga:  Pemanah Denpasar Ini Gagal Ikut Kejuaraan Dunia di Turki

Di balik kesuksesan itu, ada proses panjang yang tak banyak terlihat. Pelatihnya, A.A. Ngurah Tember Angganatha, menjadi saksi bagaimana Lana tumbuh dari atlet muda menjadi juara.

“Dia sangat disiplin. Latihannya konsisten, semangatnya tidak pernah turun,” ungkapnya.

Selama lebih dari dua tahun, Lana menjalani latihan intensif tanpa banyak keluhan. Ia terus mengasah teknik, memperkuat mental, dan menjaga fokus. Bagi Lana, setiap sesi latihan adalah satu langkah lebih dekat menuju impian.

Namun di balik prestasi dunia itu, ada realita yang kontras. Hingga kini, Lana dan timnya masih berlatih dengan fasilitas terbatas—bahkan harus menumpang di lapangan sekolah. Belum adanya venue khusus pickleball di Singaraja menjadi tantangan tersendiri bagi perkembangan olahraga ini.

Baca Juga:  Momen Hardiknas, Ratusan Karya Lukisan Anak Buleleng Dipamerkan

Keterbatasan itu tak mematahkan langkahnya. Justru menjadi bahan bakar untuk terus melangkah lebih jauh.

Kini, Lana tak ingin berhenti di sini. Target berikutnya sudah di depan mata: menembus seleksi Pickleball Championship League (PCL), yang bisa membuka jalan baginya tampil di China—level kompetisi yang lebih tinggi dan lebih kompetitif.

Di sisi lain, Ketua Pengkab Pickleball Buleleng, Gede Dody Sukma, melihat prestasi Lana sebagai sinyal kuat bahwa cabang olahraga ini punya masa depan cerah.

Baca Juga:  Sebulan Tujuh Penguna Narkoba Ditangkap, Bandarnya Tak Tersentuh  

“Ini bukti bahwa kita mampu bersaing di level dunia. Tinggal bagaimana pembinaan dan dukungan terus diperkuat,” ujarnya.

Kisah Lana bukan sekadar cerita tentang kemenangan. Ini adalah tentang mimpi yang dirawat dalam keterbatasan, tentang disiplin yang tak goyah, dan tentang harapan dari sebuah daerah yang ingin melahirkan lebih banyak juara.

Dari lapangan sederhana di Singaraja, langkahnya kini telah menembus dunia. Dan mungkin, ini baru permulaan. BWN-03

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR