Denpasar, Baliwakenews.com
Biasanya para wartawan mengangkat isu lingkungan lewat tulisan dan laporan berita. Namun kali ini, ratusan jurnalis di Bali memilih turun langsung ke lapangan. Mereka akan menanam 1.000 pohon mangrove di kawasan Arboretum Tahura Ngurah Rai, Denpasar, sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026.
Kegiatan yang digagas Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Bali ini bukan sekadar seremoni menanam pohon. Aksi tersebut menjadi bentuk kepedulian nyata insan pers terhadap kelestarian lingkungan pesisir Bali yang semakin rentan terhadap kerusakan.
Ketua Jaringan Jurnalis Peduli Sampah (J2PS) Bali, Agustinus Apollonaris KD, yang juga menjadi ketua panitia kegiatan, mengatakan bahwa wartawan tidak hanya memiliki peran menyampaikan informasi, tetapi juga dapat menjadi bagian dari solusi.
“Selama ini kita banyak menulis tentang kerusakan lingkungan. Melalui kegiatan ini, wartawan juga menunjukkan aksi nyata dengan menanam mangrove. Hal kecil, tapi dampaknya besar bagi lingkungan,” ujarnya, Kamis (5/3/2026).
Lokasi penanaman dipilih di Arboretum Tahura Ngurah Rai, kawasan konservasi mangrove yang menjadi salah satu paru-paru hijau Bali. Hutan bakau di wilayah ini membentang luas dengan vegetasi yang masih cukup terjaga, namun tetap membutuhkan perhatian dan perawatan agar tidak rusak oleh faktor alam maupun aktivitas manusia.
Sebanyak 1.000 bibit mangrove untuk kegiatan ini disiapkan oleh Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali melalui UPT Tahura Ngurah Rai. Agustinus menegaskan bahwa keberhasilan kegiatan tidak hanya diukur dari jumlah pohon yang ditanam, tetapi dari komitmen untuk merawatnya.
“Yang sering menjadi masalah bukan saat menanam, tetapi setelah itu. Kalau tidak dipantau dan dirawat, bisa mati karena kering, diterjang ombak, atau terlilit sampah plastik,” jelasnya.
Aksi lingkungan ini juga melibatkan berbagai pihak, mulai dari komunitas hingga sektor swasta. Sejumlah perusahaan dan lembaga turut memberikan dukungan, di antaranya Bank BPD Bali, Angkasa Pura Supports, Jasa Marga Bali Mandara, Injourney Airports, Rumah Sakit Bhakti Rahayu, Asosiasi Pengusaha Sampah Indonesia, Bebek Bengil, ITDC, dan Pelindo.
Ratusan wartawan dari berbagai media yang tergabung dalam SMSI Bali dan J2PS dijadwalkan ambil bagian dalam kegiatan yang akan digelar pada Senin, 9 Maret 2026. Selain itu, para pemangku kepentingan di Bali juga akan hadir untuk mendukung gerakan pelestarian lingkungan tersebut.
Kegiatan ini rencananya akan dibuka oleh Wakil Gubernur Bali, Nyoman Giri Prasta.
Bagi para jurnalis yang terlibat, menanam mangrove bukan sekadar kegiatan simbolik. Mangrove memiliki peran penting sebagai benteng alami yang melindungi pesisir dari abrasi sekaligus menjadi habitat berbagai biota laut yang menopang kehidupan masyarakat pesisir.
“Mangrove adalah benteng alami yang melindungi pesisir dari abrasi, sekaligus ekosistem penting bagi perikanan dan kehidupan masyarakat,” kata Agustinus.
Melalui aksi ini, para wartawan Bali berharap pesan pelestarian lingkungan tidak hanya berhenti di halaman berita, tetapi juga tumbuh dan hidup bersama akar-akar mangrove yang mereka tanam di pesisir Tahura Ngurah Rai. BWN-03

































