Mangupura, baliwakenews.com
Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kuta Selatan dalam beberapa hari terakhir tidak hanya berdampak pada infrastruktur umum, tetapi juga menyentuh bangunan suci. Bale Banten di Pura Segara, Banjar Sawangan, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, dilaporkan roboh setelah diterjang hujan deras disertai angin kencang.
Peristiwa tersebut diduga terjadi pada Senin (23/2/2026) malam dan baru diketahui pada Selasa (24/2/2026) pagi saat Jro Mangku hendak melaksanakan persembahyangan (mebanten). Bangunan yang berada di kawasan pesisir itu tampak rata dengan tanah, menyisakan puing-puing kayu dan material yang berserakan.
Kepala Lingkungan Sawangan, Wayan Jabut, mengungkapkan bahwa selain faktor angin kencang, kondisi bangunan yang sudah tua turut memperparah kerusakan. “Kemungkinan besar roboh tadi malam karena angin kencang. Kondisinya memang sudah cukup tua dan rapuh,” ujarnya.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut karena peristiwa terjadi saat pura dalam keadaan sepi aktivitas. Warga bersama pengurus pura kini bergotong royong membersihkan puing bangunan sambil menunggu langkah penanganan lebih lanjut. Namun di balik musibah ini, muncul kembali harapan agar pemerintah memberi perhatian serius terhadap kondisi Pura Segara yang dinilai sudah lama membutuhkan renovasi.
Menurut Wayan Jabut, upaya pengajuan hibah renovasi sebenarnya telah dilakukan sejak beberapa tahun lalu. Namun, prosesnya terkendala rasionalisasi anggaran pada 2019, sementara proposal yang kembali diajukan tahun ini juga belum memperoleh persetujuan. “Kami berharap kejadian ini menjadi perhatian pemerintah. Kondisi pura memang sudah memprihatinkan, apalagi lokasinya berada di kawasan pariwisata,” tegasnya.
Kerugian akibat robohnya Bale Banten diperkirakan mencapai sekitar Rp15 juta. Namun untuk renovasi menyeluruh Pura Segara, anggaran yang dibutuhkan diperkirakan mencapai Rp1,5 hingga Rp2 miliar.
Meski bangunan rusak, kegiatan keagamaan dipastikan tetap berjalan sesuai ketentuan adat dan agama. Warga berkomitmen menjaga kesucian pura sembari menunggu proses perbaikan.
Pura Segara Sawangan tidak hanya menjadi tempat ibadah umat Hindu setempat, tetapi juga bagian dari identitas spiritual kawasan pesisir Sawangan yang berada di tengah geliat industri pariwisata. Musibah ini menjadi pengingat pentingnya menjaga dan merawat warisan budaya serta tempat suci yang menjadi ruh Bali di tengah pesatnya pembangunan. BWN-04
































