Menata Bingin, Menyambut Dreamland Dua Pantai, Satu Harapan Pariwisata Kutsel

Iklan Home Page

Mangupura, baliwakenews.com

Deru ombak yang memecah tebing batu kapur telah lama menjadi musik alam di Pantai Bingin, Desa Pecatu, Kuta Selatan. Bagi peselancar dunia, Bingin bukan sekadar pantai, melainkan panggung alami dengan gelombang kelas dunia. Kini, pantai kecil yang ikonik ini tengah memasuki babak baru: penataan kawasan yang diharapkan memberi wajah lebih tertata tanpa kehilangan ruh alaminya.

Proses penataan Pantai Bingin masih berjalan. Setelah melalui tahapan penertiban dan pembongkaran awal, pemerintah daerah bersama Desa Adat Pecatu kini mematangkan perencanaan lanjutan melalui penyusunan master plan. Bagi masyarakat setempat, tahap ini menjadi momen penting untuk memastikan arah pengembangan pantai tetap sejalan dengan karakter alam dan kehidupan warga.

Tak jauh dari Bingin, Pantai Dreamland membentang dengan garis pantai yang luas dan pasir putih yang memesona. Nama Dreamland telah lama melekat sebagai salah satu ikon pariwisata Kuta Selatan, ramai dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara. Seiring proses penataan Bingin, Pemerintah Kabupaten Badung mulai merencanakan penataan Dreamland sebagai bagian dari pengembangan kawasan pesisir secara bertahap.

Baca Juga:  Sekda Badung Hadiri Karya Atma Wedana dan Manusa Yadnya di Desa Adat Ayunan

Bendesa Adat Pecatu, I Made Sumerta, menuturkan bahwa rencana penataan kedua pantai ini diharapkan berjalan selaras. Setelah Pantai Bingin, Pantai Dreamland direncanakan menyusul ditata melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan desa adat. “Harapannya, penataan ini bisa membuat pantai lebih tertata, nyaman, dan tetap memberi ruang bagi masyarakat,” ujarnya.

Bagi Desa Adat Pecatu, penataan kawasan pantai bukan sekadar membangun fasilitas fisik. Lebih dari itu, penataan dipandang sebagai upaya menjaga keseimbangan antara pariwisata, lingkungan, dan ekonomi masyarakat. Di Pantai Dreamland yang saat ini masih dikelola oleh kelompok di bawah naungan desa adat, penataan diharapkan mampu memperkuat pengelolaan berbasis kearifan lokal.

Baca Juga:  Karya Bakti Pramuka, Kwarcab Badung Bagikan Paket Sembako dan Berikan Informasi Arus Mudik

Di Pantai Bingin, harapan serupa mengemuka. Tebing-tebing yang menjadi ciri khas kawasan diinginkan tetap hijau dengan vegetasi pantai, menjaga lanskap alami yang selama ini memikat wisatawan. Di sela ombak dan karang, warung-warung kecil dan usaha warga diharapkan tetap mendapat ruang sebagai bagian dari denyut kehidupan pantai.

Bingin sendiri telah lama dikenal sebagai destinasi sport tourism, khususnya selancar. Gulungan ombaknya menjadi magnet bagi peselancar dari berbagai negara. Dengan penataan yang tepat, potensi ini diharapkan semakin kuat, menghadirkan pengalaman wisata yang aman, tertata, dan berkelas, tanpa menghilangkan keaslian yang menjadi daya tarik utamanya.

Baca Juga:  Bupati Giri Prasta Buka Pesamuan Agung XI PANDBTK  

Sementara itu, Dreamland menyimpan potensi berbeda. Pantainya yang luas membuka peluang pengembangan wisata keluarga, rekreasi pantai, hingga ruang publik yang lebih inklusif. Jika ditata dengan konsep yang tepat, Dreamland dan Bingin dapat saling melengkapi, menghadirkan ragam pengalaman wisata dalam satu kawasan.

Menata Bingin dan menyambut Dreamland bukan sekadar proyek pembangunan. Bagi masyarakat Pecatu, ini adalah perjalanan menjaga warisan alam, budaya, dan mata pencaharian. Di antara ombak, pasir, dan tebing kapur, harapan tumbuh agar pariwisata Kuta Selatan berkembang dengan wajah yang lebih tertata, berkelanjutan, dan berpihak pada masyarakat lokal. BWN-04

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR