Mangupura, baliwakenews.com
Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa saat membuka Pandawa Festival XIV, Kamis (25/12/2024) malam menyoroti adanya penurunan kunjungan wisatawan yang belakangan terjadi di Bali. Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi pembelajaran penting sekaligus persoalan serius yang perlu dibahas bersama oleh seluruh komponen masyarakat.
Bupati menegaskan bahwa penurunan kunjungan tidak semata-mata disebabkan oleh satu faktor. Selain dinamika global, maraknya isu-isu negatif tentang Bali yang beredar di ruang publik turut memengaruhi persepsi wisatawan untuk berkunjung ke Pulau Dewata.
“Melihat kondisi sekarang ini, penyebabnya tidak hanya satu. Banyak isu miring tentang Bali yang beredar dan itu membuat wisatawan berpikir ulang untuk datang ke Bali,” ujarnya.
Ia juga menyayangkan munculnya konten-konten di media sosial yang mengangkat peristiwa lama atau kejadian yang sudah berlalu, kemudian kembali dipublikasikan hanya demi meningkatkan jumlah penonton atau kepentingan pribadi, tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap citra Bali.
“Saya heran kenapa kita harus memposting kegiatan atau kejadian yang sudah berlangsung lama, yang sudah lewat, lalu diposting ulang hanya untuk menaikkan viewer, tanpa berpikir apa dampaknya bagi Bali,” tegasnya.
Adi Arnawa menekankan bahwa pemerintah tidak akan mampu bekerja sendiri menjaga pariwisata Bali tanpa dukungan seluruh elemen masyarakat dan para pemangku kepentingan. Ia mengajak semua pihak untuk ikut terlibat secara aktif dan bertanggung jawab apabila ingin Bali tetap diminati wisatawan.
“Pemerintah tidak akan bisa berbuat baik tanpa dukungan semua komponen dan pemangku kepentingan untuk ikut terlibat. Kalau berharap Bali tetap diminati untuk dikunjungi, ini harus menjadi perhatian bersama,” katanya.
Menurutnya, tantangan pariwisata Bali saat ini justru datang dari dalam. Oleh karena itu, ia mengingatkan agar masyarakat lebih bijak dalam memanfaatkan media sosial dan tidak sembarangan memposting sesuatu tanpa memikirkan dampak jangka panjangnya.
“Ini tantangan dari dalam. Jangan seenaknya memposting sesuatu tanpa memikirkan dampak dari postingan itu. Kalau dibiarkan, kondisi ini bisa terus berlanjut dan menjadi prahara ke depan,” ujarnya.
Bupati asal Desa Pecatu ini mengingatkan bahwa Badung sangat bergantung pada sektor pariwisata. Bahkan, sekitar 98 persen perekonomian daerah ini ditopang oleh sektor tersebut. “Badung ini 98 persen hidup dari pariwisata. Kalau citra Bali rusak, dampaknya sangat besar bagi masyarakat,” tambahnya.
Terkait persoalan bangunan mangkrak di Pantai Pandawa yang juga berpotensi memengaruhi wajah pariwisata, Mantan Sekda Badung ini memastikan pemerintah daerah akan segera menuntaskan permasalahan tersebut. Ia telah memerintahkan Kepala Bidang Pariwisata untuk melakukan analisis dan menyiapkan langkah penanganan, termasuk kemungkinan realisasi melalui anggaran perubahan.
“Masalah bangunan mangkrak akan segera diselesaikan. Saya perintahkan Kabid Pariwisata untuk menganalisis apakah bisa dilakukan melalui anggaran perubahan dan segera disiapkan sesuai harapan badan pengelola,” pungkasnya. BWN-04




























