Denpasar, baliwakenews.com
Suasana pagi di Jalan Gandapura, Kesiman Kertalangu, biasanya berjalan tanpa riuh. Namun pada Rabu, 5 November 2025, ketenangan itu berubah menjadi kecamuk bagi seorang ibu rumah tangga. Dalam jeda yang nyaris sependek kedipan mata, sepeda motor Honda Beat hitam miliknya menghilang dari halaman rumah—bukan karena lupa menaruh, tetapi karena ada seseorang yang melihat peluang dalam kelengahan kecil.
Ia baru saja memarkir motor itu, tergesa beralih ke aktivitas rumah. Kunci masih menggantung di lubang kontak, sebuah kesalahan sederhana yang lazim terjadi dalam rutinitas harian. Dalam rekaman CCTV yang kini menjadi petunjuk utama, terlihat seorang pria berjalan santai melewati halaman. Langkahnya terhenti, matanya menangkap celah. Tanpa tergesa, ia menyalakan motor dan melaju pergi, seolah kendaraan itu memang miliknya.
Aksi itu berlangsung halus, nyaris tanpa suara. Tapi gema dari perbuatannya terdengar jelas di ruang kerja Unit Reskrim Polsek Denpasar Timur. Begitu laporan masuk, tim opsnal di bawah pimpinan Iptu I Nyoman Agus Putra Ardiana dan Iptu I Nyoman Padu segera menyigi setiap detail rekaman CCTV: potongan gerak, arah pelarian, ciri pakaian, hingga gestur tubuh pelaku. Semua serpihan informasi itu dirangkai menjadi peta perburuan.
Beberapa hari setelah kejadian, satu sosok menarik perhatian petugas yang berjaga di kawasan Jalan Trenggana. Geraknya mirip dengan yang terekam di CCTV. Saat dihampiri, ia tak sempat memberi alasan. Lelaki itu, berinisial INS (41), warga Jalan Seroja, Denpasar Timur, langsung digelandang tanpa perlawanan. Motor curian yang ia kuasai turut disita sebagai barang bukti.
Di ruang penyidikan, INS akhirnya mengakui seluruh perbuatannya. Ia mengaku menggunakan motor itu untuk keperluan pribadi. Polisi kemudian menelusuri apakah ia terlibat dalam kasus pencurian lain, namun hingga kini dugaan itu belum mengarah pada bukti tambahan.
Kapolsek Denpasar Timur, Kompol I Ketut Tomiyasa, memastikan bahwa kasus ini tengah diproses sesuai prosedur hukum.
“Pelaku sudah kami amankan bersama barang buktinya. Proses penyidikan masih berjalan,” ujarnya.
Ia juga kembali menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat, terutama terhadap kendaraan bermotor yang kerap menjadi sasaran pencuri.
“Kadang hanya butuh kelengahan beberapa detik bagi pelaku kejahatan untuk bertindak. Pastikan kendaraan terkunci dengan aman sebelum ditinggalkan,” kata Tomiyasa.
Pengungkapan cepat ini menjadi cermin betapa aparat bekerja dalam ritme yang tak terlihat oleh publik—memburu jejak demi jejak yang ditinggalkan dalam diam. Juga menjadi pengingat bahwa satu tindakan sepele, seperti membiarkan kunci tertinggal di motor, bisa memicu rangkaian peristiwa yang berujung pada kasus kriminal.
Dan bagi INS, kesempatan yang ia ambil dalam sunyi justru mengakhiri kebebasannya dalam senyap yang jauh lebih panjang. BWN-01

































