Puncak Musim Hujan Januari-Februari 2025, BMKG Ingatkan Bali Waspadai Potensi Banjir dan Longsor

Iklan Home Page

Mangupura, baliwakenews.com

Hujan mulai mengguyur sebagian wilayah Bali menandai masuknya awal musim hujan 2025–2026. Meski hujan sudah turun di sejumlah daerah, BMKG Bali mengingatkan masyarakat agar tidak lengah dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama banjir, banjir bandang, dan tanah longsor.

Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Bali, Aminudin Al Roniri, menyebutkan bahwa awal musim hujan di Bali terjadi secara bertahap. “Sebagian wilayah sudah mengalami hujan sejak Oktober, dan sisanya akan menyusul pada November ini. Puncak musim hujan diprediksi terjadi pada Januari hingga Februari 2026,” jelasnya dalam rilis resmi, Selasa (4/11/2025.

Baca Juga:  Plt. Bupati Badung Pimpin Rapat Koordinasi dengan Jajaran Bapenda Badung

BMKG mencatat beberapa wilayah seperti Bangli bagian selatan, Karangasem bagian selatan, dan Klungkung bagian utara telah lebih dulu memasuki musim hujan sejak Oktober.

Sementara itu, wilayah Jembrana, Tabanan, Buleleng, Badung, Gianyar, dan Karangasem bagian tengah diperkirakan akan mulai diguyur hujan secara intens pada November. Dari data pos hujan, Pupuan, Bajera, Bebandem, Duda, dan Sidemen menjadi titik yang telah mencatat curah hujan signifikan hingga akhir Oktober. Sedangkan lebih dari 20 titik pos hujan lainnya menunjukkan tanda-tanda awal hujan yang mulai meningkat.

Meski hujan mulai turun, Aminudin mengingatkan bahwa suhu panas di siang hari masih bisa terjadi karena peralihan udara yang belum stabil. “Hujan lebat disertai petir dan angin kencang berpotensi terjadi di beberapa wilayah. Hindari berteduh di bawah pohon, baliho, atau bangunan rapuh,” ujarnya.

Baca Juga:  Autogate Ngurah Rai Tunjukkan Taji, Buronan Pembunuhan AS Langsung Terdeteksi Saat Tiba di Bali

Ia menekankan agar masyarakat tidak menunggu hingga bencana terjadi baru bersiap, melainkan mulai melakukan langkah-langkah pencegahan sejak dini, seperti membersihkan saluran air dan memperkuat struktur tanah di wilayah lereng.

“Kami imbau pemerintah daerah dan masyarakat lebih waspada. Pastikan drainase bersih, pohon-pohon besar dipangkas bila berisiko tumbang, dan selalu pantau peringatan dini dari BMKG,” tambahnya.

Baca Juga:  Buka Musrenbang RKPD 2027, Bupati Tekankan Pembangunan Infrastruktur Untuk Pariwisata Berkualitas

BMKG meminta pemerintah daerah di seluruh Bali menyiapkan langkah mitigasi, termasuk memeriksa kesiapan tanggul, saluran air, serta kesiapan tim penanggulangan bencana. “Curah hujan tinggi tak hanya berpotensi banjir, tapi juga dapat memengaruhi infrastruktur dan aktivitas pariwisata di Bali,” terang Aminudin.

Dengan puncak musim hujan diprediksi jatuh pada Januari–Februari 2026, ia mengingatkan bahwa dua bulan ke depan merupakan waktu penting bagi masyarakat untuk bersiap menghadapi perubahan cuaca ekstrem. BWN-04

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR