Banjir di Denpasar, 11 Korban Tewas, 2 Masih Hilang

Iklan Home Page

Denpasar, baliwakenews.com – Jumlah korban jiwa akibat banjir bandang yang melanda Kota Denpasar, terus bertambah. Hingga Kamis 11 September 2025 pukul 22.00, Polresta Denpasar mencatat sebanyak 21 orang menjadi korban bencana ini, dengan rincian 11 meninggal, 8 selamat dan 2 masih dinyatakan hilang.

Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP Ketut Sukadi, menjelaskan, identitas para korban telah diungkap. “Korban meninggal ditemukan di beberapa titik, terutama di aliran sungai Taman Pancing, Dam Tanah Kilap, serta rumah warga yang terendam banjir,” kata Sukadi, Jumat (12/9).

Menurut Sukadi, sebelas korban meninggal diantaranya enam perempuan dan lima laki-laki. Sebagian besar ditemukan di Dam Tanah Kilap, kawasan yang menjadi titik rawan luapan air. Para korban yakni, Nadira (48), ibu rumah tangga asal Lombok Barat, Rio (20), asal Monang-maning, Ni Wayan Lenyod alias Ibu Kopling (56), asal Serangan serta Ni Ketut Sari alias Dadong Belong (70), warga Pemogan.

Baca Juga:  Desa Adat Intaran Tutup Akses Pantai Mertasari dan Segara Ayu

Korban lain yang ditemukan pada 11 September, Ni Ketut Merta, Nyoman Sari alias Deloh, Ni Wayan Werni (58), Tasnim (43), Ni Wayan Puspa (82), Farwa Husein (32), dan Maimunah (76). “Beberapa korban lansia diketahui terjebak di dalam rumah ketika banjir tiba-tiba merendam kawasan padat penduduk itu,” ujar Sukadi.

Sementara korban selamat, kata Sukadi, berjumlah delapan orang. Mereka kini sudah kembali ke rumah masing-masing. Para korban selamat, antara lain, Nengah Suriati dan Iluh Sri dari Karangasem, serta beberapa warga Denpasar seperti Doa Miftahul Suwandi, Moiz, Ohshay, Suwerni, Suwarni, dan Ayu Novia Sari.

Baca Juga:  Usung Konsep Bebadungan, Yowana Kabupaten Gelar Lomba Penjor dan Gebogan

“Rata-rata mengalami lecet dan syok akibat terbawa arus, namun sudah mendapat penanganan medis,” kata Sukadi.

Sementara itu, dua orang masih dalam pencarian. Mereka adalah Suwandi (64), warga Ubung Kaja, dan Made Suwitri (43), warga Serangan. Tim SAR gabungan bersama aparat kepolisian masih menyisir sejumlah titik di bantaran sungai dan kawasan padat penduduk.

Sukadi mengatakan, banjir bandang pada 10 September 2025 tercatat sebagai salah satu yang terparah dalam dua dekade terakhir di Denpasar. Hujan deras sejak Selasa malam membuat debit Tukad Badung dan Tukad Taman Pancing meluap, merendam rumah, pertokoan, serta fasilitas umum.

Baca Juga:  Jendral Manajer Curi Peralatan Es Krim Senilai Puluhan Miliar

Beberapa titik yang paling terdampak berada di wilayah Pemogan, Serangan, Ubung, dan kawasan Jalan Sulawesi Denpasar Barat.

Pemerintah Kota Denpasar bersama BPBD, Polresta, dan relawan masih membuka posko darurat di Pasar Badung untuk membantu proses pencarian korban, evakuasi warga, serta pendistribusian bantuan.

“Prioritas utama adalah mencari korban hilang dan memastikan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi,” ujar Sukadi. BWN-01

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Nyepi Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemprov. BaliIklan Nyepi Pemprov. BaliIklan BWNIklan Nyepi PDAM BadungIklan Nyepi DPRD Badung Iklan UNWAR