Water Taxi di Teluk Benoa, Solusi Macet Sekaligus Wisata Bahari Baru

Iklan Home Page

Mangupura, baliwakenews.com

Di tengah kemacetan yang kerap melanda kawasan Jalan Pratama, muncul gagasan segar dari Bendesa Adat Tanjung Benoa, I Made Wijaya (Yonda). Alih-alih hanya menunggu rampungnya pembangunan Jalan Lingkar Barat, Yonda mendorong lahirnya konsep “water taxi” di Teluk Benoa. Transportasi berbasis jalur air ini tidak hanya menawarkan solusi mobilitas, tetapi juga bisa menjadi produk wisata bahari baru yang memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat pesisir.


“Water taxi ini bisa menjadi objek wisata sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi desa adat di pesisir pantai barat. Jadi bukan hanya sekadar transportasi,” ujar Yonda.

Baca Juga:  Nganggur Karena Pandemi, Mantan Satpam Hotel Mewah Selundupkan Motor Curian


Water taxi dibayangkan sebagai koridor biru yang menghubungkan titik-titik pesisir, mulai dari Tanjung Benoa, Tengkulung, Bualu, Jimbaran, Kedonganan, Kelan, Tuban hingga Kuta. Model pengelolaan diarahkan berbasis komunitas, dengan desa adat sebagai pengelola utama, sementara nelayan dan pelaku wisata lokal menjadi operator. Dengan skema ini, nilai ekonomi bisa langsung dirasakan masyarakat kampung pesisir, bukan hanya sekadar lewat.


Selain mengurangi beban lalu lintas, Yonda menekankan pentingnya menjadikan water taxi sebagai atraksi wisata itu sendiri. Rutenya bisa dikurasi agar menghadirkan pengalaman seperti sunset cruise singkat antar-dermaga, akses ke kuliner tepi laut, hingga tur budaya pesisir. Dengan layanan ini, perjalanan bukan hanya memindahkan orang, melainkan menciptakan pengalaman wisata baru yang mampu memperpanjang lama tinggal wisatawan di Bali.

Baca Juga:  174 Seka Truna Dan Yowana Badung Akan Lakukan Pengarakan Ogoh-Ogoh


Sebagai Wakil Ketua II DPRD Badung, Yonda juga menekankan komitmen ekologis. Infrastruktur pendukung seperti dermaga ringan, titik naik-turun penumpang, hingga sistem pengelolaan sampah harus dirancang minim jejak lingkungan.


“Ini menyangkut masa depan teluk. Kalau kawasan dijaga dengan baik, dampak positifnya kembali ke masyarakat pesisir,” tegasnya, Rabu (27/8/2025) Untuk percepatan, Yonda mendorong adanya pilot route jarak dekat di dalam Teluk Benoa, terutama pada jam sibuk dan slot wisata pagi–senja.

Baca Juga:  BPS Badung Gelar Launching Hasil Indeks Kebahagiaan Tahun 2022

Dermaga modular ramah lingkungan, standar keselamatan seperti pelampung dan kapasitas jelas, pelatihan kru, asuransi, serta integrasi tiket digital juga menjadi prioritas agar layanan ini bisa diakses mudah oleh warga maupun wisatawan.


“Harapan saya, water taxi bisa menjadi transportasi alternatif sekaligus potensi wisata baru untuk Bali, khususnya bagi masyarakat pesisir Teluk Benoa,” pungkasnya. BWN-04

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR