Mangupura, baliwakenews.com – Suasana Terminal Kedatangan Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai, Sabtu (23/8) dini hari, mendadak tegang. Kerumunan sopir taksi konvensional merangsek ke konter Grab. Emosi yang memuncak berujung ricuh.
Di tengah keributan itu, dua petugas keamanan bandara mencoba menenangkan. Namun, bukannya didengar, keduanya justru menjadi sasaran pukulan. Mereka adalah Kadek PP (33), warga Gianyar, dan Kadek AK, asal Tuban, Badung.
“Korban sudah melapor ke Polres Bandara. Penyidik masih memeriksa saksi untuk mengungkap peristiwa ini secara jelas,” kata Kasi Humas Polres Kawasan Bandara, Ipda I Gede Suka Artana, Minggu (24/8).
Kericuhan disebut dipicu keluhan sopir taksi konvensional soal gangguan aplikasi yang membuat akun tidak bisa digunakan. Situasi yang panas membuat sebagian sopir melampiaskan kemarahan.
Mediasi digelar hingga dini hari melibatkan pihak bandara, Grab, Avsec, serta perwakilan sopir. Kesepakatan dicapai sekitar pukul 03.00, situasi pun kembali tenang.
Meski demikian, polisi memastikan proses hukum tetap berjalan. “Kami berkomitmen menindaklanjuti kasus ini sesuai prosedur. Kami mengimbau semua pihak menjaga kondusivitas bandara demi kenyamanan penumpang,” ujar Suka Artana. BWN-01





























