Wanita Tua Tewas Terpanggang di Rumahnya yang Terbakar

Iklan Home Page

Jembrana – baliwakenews.com

Malam di Lingkungan Bilukpoh, Kelurahan Tegalcangkring, Mendoyo, Jembrana, biasanya tenang. Hanya suara jangkrik dan sesekali angin laut yang berhembus dari arah barat. Namun, Rabu (13/8/2025) malam, ketenangan itu pecah. Api, cahaya paling menyilaukan sekaligus paling mematikan, melahap salah rumah mungil berukuran 3×3 meter.

Rumah itu milik I Putu Ary Prayudi (42), tapi sudah lama ditempati oleh seorang perempuan tua bernama Made Sami (75). Di malam itu, pintu kamarnya terkunci rapat dari dalam sebuah detail yang kelak menjadi bagian paling menyayat dari cerita ini.

Baca Juga:  I Wayan Sudirta, SH., MH. Mengucapkan Selamat Hari Raya Galungan & Kuningan

Kronologi bermula ketika I Ketut Sutarmi, tetangga sekaligus saksi mata, sedang memasak di dapur. Listrik tiba-tiba padam. Ia beranjak ke utara, menuju meteran listrik. Namun langkahnya terhenti. Dari arah rumah Made Sami, api menjilat atap, memantulkan cahaya oranye ke wajahnya.

Sutarmi berteriak, memanggil warga. Beberapa orang datang dengan ember berisi air, namun api terlalu cepat. Tiga unit pemadam kebakaran dari Pemkab Jembrana tiba sekitar pukul 20.20 WITA. Begitu bara mulai jinak, petugas mengevakuasi tubuh Made Sami dari dalam kamarnya.

Kasatpol PP Jembrana, I Made Leo Agus Jaya, yang berada di lokasi, menyaksikan langsung kondisi korban. “Luka bakarnya sangat parah di sekujur tubuh,” ujarnya lirih.

Baca Juga:  Relawan Sudirta "Door to Door" Titipkan Bingkisan Hari Suci Nyepi

Dokter Kristian Dwi Putra dari Puskesmas I Mendoyo memastikan, perempuan sepuh itu telah tiada bahkan sebelum api padam. Tubuhnya sudah kaku.

Hasil olah TKP awal menyimpulkan, kebakaran dipicu korsleting listrik. Namun ada pertanyaan yang menggantung, mengapa pintu kamar Made Sami terkunci dari dalam?

Menurut keluarga, dua hari terakhir korban tak pernah keluar dari kamar. Entah karena sakit, atau karena memilih menyendiri, tak ada yang bisa memastikan. Yang jelas, di malam itu, pintu yang terkunci menjadi penghalang terakhir antara dirinya dan udara bebas.

Baca Juga:  Tersangkut Benang Layangan, Pemotor Tabrak Alat Berat Hingga Tewas

Pihak keluarga, diwakili I Made Sarka, menolak otopsi. “Kami ikhlas,” ujarnya. Jenazah tak dibawa ke RSUD Negara. Perpisahan dibuat sederhana, tanpa banyak kata.

Kini, yang tersisa hanyalah puing hangus rumah kecil itu, bau asap yang masih lekat di udara, dan sebuah kunci kamar yang tak pernah lagi diputar dari dalam. BWN-07

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Nyepi Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemprov. BaliIklan Nyepi Pemprov. BaliIklan BWNIklan Nyepi PDAM BadungIklan Nyepi DPRD Badung Iklan UNWAR