Mangupura, baliwakenews.com
Angin segar berembus bagi warga Pecatu, Kuta Selatan, setelah Pemkab Badung memastikan pengelolaan Pantai Bingin ke depan tidak akan jatuh ke tangan investor besar. Komitmen ini disampaikan langsung Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, Minggu sore (3/8).
“Ke depan, kawasan ini akan kita tata menjadi destinasi baru yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Saya pastikan tidak akan memarginalkan warga lokal,” tegas Adi Arnawa. Ia menambahkan, semua pemanfaatan aset daerah harus sesuai izin pemerintah, termasuk rencana penyewaan atau kerja sama pengelolaan, sesuai aturan Permendagri No. 19 Tahun 2016.
Menurut Bupati, kawasan Pantai Bingin memiliki potensi luar biasa untuk dikembangkan secara berkelanjutan, asalkan ditata dengan baik dan tidak lagi dibiarkan tumbuh bangunan liar yang merusak tata ruang dan keindahan pantai.
Sikap Pemkab Badung sejalan dengan desakan keras warga setempat yang tak ingin hanya menjadi penonton di kampung sendiri. Anggota Komisi I DPRD Badung, I Made Tomy Martana Putra, menegaskan bahwa pengelolaan Pantai Bingin harus berbasis komunitas lokal.
“Sudah seharusnya setelah pembongkaran bangunan liar ini, pemerintah memprioritaskan desa adat dan warga Pecatu. Jangan sampai kita hanya melihat dari jauh, sementara pengelolaan malah diserahkan ke investor besar,” tegas politisi Partai Golkar tersebut.
Tomy mengusulkan pembentukan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) yang melibatkan desa adat dan komunitas lokal. Skema ini dinilainya adil, inklusif, dan dapat menciptakan pemerataan ekonomi. “Kalau dikelola individu, pasti akan menimbulkan konflik baru. KUBE akan memastikan semua pihak bisa mengawasi dan menikmati hasilnya,” jelasnya.
Tomy mengingatkan pemerintah agar tidak tergoda menyerahkan pengelolaan ke investor besar pasca penertiban. Menurutnya, jika itu terjadi, gelombang penolakan warga bisa saja meledak.
“Jika setelah rapi justru diberikan ke investor, saya pastikan akan ada perlawanan besar dari warga. Pemerintah harus konsisten dengan janji mendahulukan masyarakat lokal,” katanya.
Pesona Pantai Bingin dengan tebing karang megah dan sunset yang memikat wisatawan menjadi modal utama pengembangan kawasan. Kolaborasi antara Pemkab dan warga lokal dinilai sebagai cara paling bijak agar potensi wisata tidak hanya memperkaya segelintir pihak, melainkan juga mendukung kesejahteraan masyarakat.
“Dengan pengelolaan yang baik, saya yakin Pantai Bingin akan jadi ikon baru wisata Bali yang tertib, ramah lingkungan, dan berpihak pada warga,” pungkas Bupati Adi Arnawa. BWN-04































