Mangupura, baliwakenews.com
Bahu jalan di jalur pariwisata utama Kuta Selatan kembali dipenuhi kendaraan parkir sembarangan. Meski sudah berulang kali ditertibkan dan dipasangi rambu larangan, pengendara masih nekat memarkir kendaraan di sepanjang Jalan Pratama, Benoa, yang menjadi akses utama menuju kawasan elite Nusa Dua dan Tanjung Benoa.
Kondisi ini memicu keresahan warga dan wisatawan. Lalu lintas tersendat, ruang jalan menyempit, bahkan membahayakan pengguna jalan lainnya. “Sudah sering kami beri imbauan, tapi pengendaranya memang bandel-bandel,” ujar Kapolsek Kuta Selatan, Kompol I Komang Agus Dharmayana, Rabu (30/7/2025).
Polsek Kutsel telah melakukan penertiban sejak Selasa (29/7), namun masih ditemukan 4 hingga 5 kendaraan parkir sembarangan keesokan harinya. Jenisnya beragam: taksi konvensional, transportasi online, hingga kendaraan pribadi milik pengunjung restoran.
Kompol Komang Agus menyebut penertiban masih dilakukan dengan pendekatan persuasif dan humanis, namun tidak segan akan memberikan sanksi tegas berupa tilang jika pelanggaran terus berulang. “Hari ini kami tegur secara baik-baik. Tapi kalau tetap ngeyel, kami tilang,” tegasnya.
Jalan Pratama merupakan jalur vital yang dilalui ribuan kendaraan wisata setiap hari. Parkir liar bukan hanya pelanggaran hukum, tapi juga mengganggu wajah Bali sebagai destinasi wisata kelas dunia. Apalagi, kemacetan di kawasan ini dapat menimbulkan citra buruk di tengah upaya pemerintah menjaga kenyamanan turis.
Polisi meminta warga ikut aktif melaporkan pelanggaran parkir liar. Kesadaran kolektif dibutuhkan agar kawasan pariwisata bisa tetap tertib, nyaman, dan aman bagi semua. BWN-04

































