Ketua WHDI Kabupaten Badung Menjadi Narasumber Grebek Kerukunan di SMAN 1 Abiansemal

Iklan Home Page

Mangupura, baliwakenews.com

Ketua Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kabupaten Badung, Nyonya Yunita Alit Sucipta menjadi Narasumber pada kegiatan Grebek Kerukunan “Menanam Toleransi, Menuai Harmoni : Pelajar Bergerak untuk Kerukunan” yang digelar oleh Forum Generasi Muda Lintas Agama (Forgimala) Badung di SMAN 1 Abiansemal, Senin (28/7). Kehadiran Istri Wakil Bupati Badung ini disambut Kepala Sekolah SMAN 1 Abiansemal I Ketut Hariwirawan, Ketua Komite SMAN 1 Abiansemal Ni Luh Kadek Suastiari serta jajaran Forgimala Badung.

Dihadapan siswa baru SMAN 1 Abiansemal, Yunita Alit Sucipta berbagi pengalaman dengan menyampaikan materi tentang slogan kearifan lokal yakni sagilik, saguluk, salunglung, sabayantaka dan asah, asih, asuh serta peran perempuan sebagai akar kerukunan di lingkungan keluarga maupun di sekolah. Menurutnya kearifan lokal asah, asih, asuh memiliki arti penting dalam menjaga toleransi dan kerukunan. Asah memiliki arti saling belajar dan membuka pikiran, Asih, olas asih mengedepankan kasih sayang serta menerima perbedaan, Asuh membina dan menjaga satu sama lain.

Baca Juga:  PHRI Bali Dukung Penuh Diskusi Nasional SMSI Badung “Pariwisata Berkualitas”

“Generasi muda harus bisa menjadi agen toleransi dan kerukunan. Toleransi tidak menyamakan sesuatu, namun kerukunan dalam perbedaan. Di Indonesia banyak sekali suku, adat, agama, ras dan golongan. Kita harus tetap pegang semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Harus bisa menerima perbedaan itu, karena kita semua berSaudara,” terang Sekretaris I TP PKK Badung ini.

Selain itu dijelaskan pula bahwa nilai-nilai dasar kerukunan dan toleransi tersebut pertama kali diajarkan di lingkungan paling dasar yaitu keluarga dan sekolah. Dalam hal ini perempuan/Ibu menjadi orang yang memberikan ajaran kerukunan dan toleransi kepada anak-anaknya. “Seorang ibu yang toleransi dan terbuka itu akan melahirkan anak-anak yang moderat dan open minded serta anak-anak yang memiliki nilai toleransi yang tinggi,” imbuhnya.

Baca Juga:  Sekda Adi Arnawa Buka Batanbuah Rangda Festival

Disisi lain Yunita Alit Sucipta mengajak para siswa sebagai Gen Z untuk berhati-hati dan bijak dalam menggunakan media sosial. Diharapkan kepada para siswa agar menyebarkan informasi yang positif dan kasih sayang. “Biasanya kalau ada berita yang viral, terlebih mengenai agama, kita harus bijak menyikapinya dengan memberikan komentar yang positif. Jangan jari kita menjadi provokator, karena komentar negatif akan menyulut perpecahan. Jempolmu-harimaumu, mari kita sama-sama belajar yang positif,” jelas Yunita yang juga Ketua Gabungan Organisasi Wanita Badung ini.

Baca Juga:  Ratusan Siswa di Kuta Bebaskan Pantai Jerman dari Sampah

Diakhir penyampaiannya Yunita Alit Sucipta juga mengajak seluruh siswa dan jajaran Guru SMAN 1 Abiansemal untuk saling menjaga agar tidak terjadi kasus bullying di sekolah. “Ibu berharap tidak ada kasus bullying di sekolah. Membully bisa menyakiti perasaan dan metal. Mari merangkul teman dan jaga pembicaraan kita. Seluruh adik-adik dan tenaga pengajar harus memiliki sifat olas asih dan cinta kasih,” harapnya.BWN-HB

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR