Denpasar, baliwakenews.com
Pandemi Covid-19 berdampak pada resesi ekonomi hampir di seluruh dunia. Meski demikian 2021 mendatang Akademisi Universitas Warmadewa, Dr. Putu Ngurah Suyatna Yasa, SE, M.Si., optimis perekonomian Indonesia akan membaik dan diprediksi tumbuh 3 hingga 5 persen.
Banyak indikator yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, diantaranya nilai ekspor Indonesia yang terus mengalami peningkatan, meski ditengah pandemi Covid-19. “Saya optimis ekonomi Indonesia 2021 makin membaik. Untuk pertumbuhan ekonomi saya prediksi positif dan hampir semua pihak sepakat memperkirakan pertumbuhan ekonomi ada di kisaran 3-5 %,” ucap Ngurah Suyatna, Minggu (27/12) di Denpasar.
Pria yang menjabat Sekretaris Program Pascasarjana Universitas Warmadewa tersebut memaparkan indikator yang mempengaruhi diantaranya ekspor Indonesia terus mengalami peningkatan bahkan terjadi surplus ekspor dari Januari hingga Agustus mencapai 11,05 miliar USD. “Hingga saat ini ekspor terus meningkat dan membaik. Indikator lainnya nilai tukar rupiah juga posisinya terus bagus,” ucapnya.
Dikatakan saat ini vaksin Covid-19 sudah ada, tinggal menunggu mekanisme pendistribusian kepada masyarakat. Sehingga akan meningkatkan kepercayaan masyarakat baik dalam dan luar negeri. Hal tersebut akan berdampak positif bagi perekonomian.
Selain indikator tersebut, Ngurah Suyatna mengatakan faktor penting lainnya yang mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah kinerja pendistribusian bantuan pemerintah kepada masyarakat yang semakin baik dan mendekati batas maksimumnya. Meski sebelumnya banyak kendala penyaluran bantuan, sampai Presiden Jokowi geram dan marah-marah. “Kalau penyaluran bantuan seluruhnya berjalan maka permintaan domestik akan semakin meningkat. Pertumbuhan ekonomi juga bergerak positif,” tukas pria asal Singaraja tersebut.
Indikator lainnya menurut Ngurah Suyatna adalah investasi dari luar negeri juga tampaknya semakin optimis. Karena undang – undang cipta kerja yang diributkan diyakini akan memasukkan investasi yang besar sekali ke Indonesia. Dengan kepercayaan masyarakat dan iklim investasi yang semakin baik, aturan- aturan dan pungutan semakin di tekan, maka investasi akan meningkat.
“Saya melihat sisi eksternal ekonomi Indonesia juga semakin tumbuh ekonominya di seluruh dunia, khususnya di China sudah positif, Amerika juga sudah semakin membaik,” ucapnya. Indonesia mencatat ekspor yang terus meningkat di kedua negara tersebut, sehingga akan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Terkait perekonomian Bali, akan mengikuti pertumbuhan ekonomi nasional. Meski ketergantungan Bali terhadap sektor pariwisata sangat berpengaruh terhadap perekonomian. Meski demikian ia optimis pariwisata akan bangkit. Hal ini sangat tergantung dengan protokol kesehatan dan vaksin Covid-19 yang sudah ditemukan.
Ngurah Suyatna yakin bila kasus mulai menurun dan banyak daerah yang mengalami penurunan status dari zona oranye ke kuning bahkan ke hijau, maka ia optimis pariwisata akan mulai bergerak menjadi semakin baik. “Yang penting adalah protokol kesehatan selalu dijaga. Kedepan pariwisata yang berbasis pada menjaga jarak dan pariwisata berbasis desa yang akan berkembang ke depan,” pungkasnya.BWN-03


































