Belajar dari Mataram, DPRD Bali Pelajari Olah Sampah Jadi Magot & Paving Block

Iklan Home Page

Mataram, baliwakenews.com

Masalah sampah masih menjadi tantangan serius di Bali. Untuk memperkaya wawasan dan mencari solusi pengelolaan yang efektif, Sekretariat DPRD Provinsi Bali melakukan studi banding ke TPST Sandubaya, Kota Mataram, Rabu (16/7).

TPST Sandubaya dikenal berhasil mengolah sampah organik menjadi Magot dan sampah plastik menjadi paving block. Menurut Kabid Pengelolaan Persampahan DLH Kota Mataram, Vidi Partisan, pengelolaan dilakukan tanpa melibatkan pihak ketiga. “Kami produksi 100 kg Magot per hari dan plastik kresek diolah jadi paving block,” ujarnya.

Baca Juga:  Rapat Paripurna Ke-31 DPRD Bali Dengan Agenda Jawaban Gubernur BaliTerhadap Pandangan Umum Fraksi-fraksi

Kepala Bagian Umum Sekretariat DPRD Bali, I Kadek Suantara, menekankan pentingnya peran masyarakat. “Bali sudah punya regulasi, tapi perlu penguatan dari tingkat rumah tangga. Kunjungan ini untuk sharing knowledge, agar bisa jadi referensi dan bahan kajian di Bali,” ujarnya.

Baca Juga:  Inkracht di Mahkamah Agung, Tanah Puri Kaleran Kangin Malah Diduga Dijajakan di Medsos

Sementara itu, Salikin, Kepala UPT DLH Kota Mataram, menyebutkan bahwa dari 200 ton sampah harian, 24,6 ton diolah menjadi Magot dan kompos. Magot dijual seharga Rp. 6.000 per kg. Pengelolaan dilakukan secara bersih dan langsung habis tiap hari untuk menghindari bau. BWN-09

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR