Wisata Bahari masih “Megap-Megap” Tahun Lalu Biasanya Sudah Ramai

Iklan Home Page

Tanjung Benoa, baliwakwnews.com

Kondisi wisata bahari masih megap-megap untuk bisa bangkit kembali. Bahkan libur Natal dan Tahun Baru yang biasanya sudah mulai ramai ternyata masih sepi kunjungan. Hingga Minggu (20/12) suasana di kawasan Tanjung Benoa belum terlihat banyak kunjungan. Padahal tahun lalu, Desember menjadi momen yang ditinggu karena pengunjung akan melonjak tajam. Sepinya kunjungan menjelang nataru ini diungkapan Ketua DPC Gabungan Pengusaha Wisata Bahari (Gahawisri) Badung, Nyoman Wana Putra, Senin (21/12).

Harapan akan ramainya kunjungan Kata Wana Putra seolah menjadi buyar dengan keluarnya SE Gubernur yang mewajibkan tes sweb bagi wisatawan yang datang ke Bali via udara. Biasanya jelang Nataru seperti ini kunjungan bisa mencapai 500 orang lebih per hari. Namun saat ini malah nyaris tidak ada. “Ya paling satu sampai dua kendaraan, kalau dulu sudah ramai bisa ratusan pengunjung,” akunya. Dia berharap ada kebijakan yang mendukung agar wisatawan banyak berkunjung ke Bali. Sebab pihaknya di Wisata Bahari telah menyiapkan protokol kesehatan seperti yang dianjurkan. “Saya yakin yang sakit tidak mungkin akan berkunjung. Kami juga sudah siapkan protokol kesehatan sesuai standar, tapi ternyata semua jadinya begini. Saya tidak tahu harus ngomong apa,” tegasnya.

Baca Juga:  Pj. Sekda Surya Suamba Hadiri Rapat Kerja Dengan Tim Banggar DPRD Badung

Kondisi ini juga diakui Bendesa Adat Tanjung Benoa, Made Wijaya. Biasanya lanjut dia pertengahan bulan Desember menuju Nataru kunjungan wisatawan sudah padat merayap. Hal itu biasanya terjadi setiap tahun. Namun tahun ini hanya ada beberapa kendaraan yang datang dari luar daerah. Meski begitu, dia tidak mau menyalahkan siapapun akan kondisi saat ini dan lebih memilih mengambil hikmah yang ada di tengah pandemi ini. “Selama hampir 8 bulan pariwisata sepi, mesti menjadi renungan bersama untuk melakukan inovasi sehingga ke depan tidak bertumpu pada satu sektor,” ujarnya sembari menambahkan langkah investasi dan menabung saat pariwisata lagi ramai harus menjadi alternatif yang harus dilakukan ke depan. Dengan begitu ketika terjadi wabah seperti ini, kita sudah siap karena suda berinvestasi di sektor lain dan juga punya dana cadangan yang tersimpan.

Baca Juga:  Wabup Suiasa Hadiri Perayaan Bulan Bung Karno di Kota Blitar

Sebab sejatinya ketika pariwisata belum masuk ke Kutsel atau Nusa Dua, warga Tanjung Benoa sudah terbiasa dengan kehidupan sederhana. “,Mari kita merenung, apa yang bisa diambil dari kondisi saat ini, dan jangan saling menyalahkan,” ajak nya sembari meyakini dengan kesabaran, Bali akan kembali bangkit dan semakin baik ke depannya. BWN-04

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Nyepi Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemprov. BaliIklan Nyepi Pemprov. BaliIklan BWNIklan Nyepi PDAM BadungIklan Nyepi DPRD Badung Iklan UNWAR