Badung, baliwakenews.com
Manajemen DTW Pantai Pandawa bekerjasama dengan salah seorang pengusaha Bus, Ryang Mahendra menggelar acara Bali Bangkit, Sabtu (12/12) malam di Pantai Pandawa. Kegiatan yang digelar untuk mendorong bangkitnya pariwisata Bali ini menghadirkan rombongan 13 bus dari seluruh Indonesia. Karena masih dalam suasana pandemi, protokol kesehatan tetap diberlakukan dengan baik dan sesuai standar.
Ryan Mahendra selaku penggagas acara tersebut bercerita, kalau acara yanf luar biasa ini baru pertama kali digelar. Ide ini muncul, berawal dari beberapa hari lalu dia bersama keluarganya sempat datang ke Bali. Saat itu dia prihatin melihat kondisi Bali sepi. Padawal dulu ketika kecil dia ke Bali sangatlah ramai. Bahkan dari cerita temannya di tanjung Benoa, situasinya sangat sulit karena 90 persen masyarakat mengandalkan sektor pariwista.
Padahal di objek wisata daerah lain seperti Yogjakarta, Bandung, Malang dan lainnya sudah mulai ramai. Karena itulah muncul idenya mengajak rekan-rekannya berkunjung ke Bali bekerjasama dengan manajemen DTW Pantai Pandawa. “Karena Bali adalah bagian dari Indoesia dan mutiaranya Indonesia, akhrinya saya buat konsep Yuk ke Bali didukung teman-teman lewat acara Bali Bangkit ini,” paparnya. Dimana terkumpul peserta 13 bus dalam waktu 3 minggu. “Tiga minggu saya tutup, sebab kalau dibuka los, bisa 25 bus yang ikut,” ungkapnya sembari menegaskan ini bukan acara komersil karena dengan harga relatif murah. Seperti dari Jakarta peserta hanya membayar 1 juta untuk 5 hari. “Saya tidak bisa melakukan sendiri, karenanya dibantu teman-teman. Yang penting bagaimana pariwisata Bali Bangkit kembali. Ini akan kami agendakan setiap akhir tahun ke depannya,” ujarnya.
Bendesa Adat Kutuh, Nyoman Mesir menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya Bali Bangkit tersebut. Baik dari PHRI, Dinas Pariwisata, Pawiba, Organda, Ryan Mahandra serta lainnya. “Mudah mudahan datang ke Bali selamat, pulang masing masing juga selamat,” harapnya.
Dia juga menyampaikan di Pantai Pandawa juga sedang dirancang taman laut yang akan menambah daya tarik saat berlibur. “Silahkan datang kembali, kami juga sedang proses mebangun taman karang laut dengan luas 7,5 hektar,” ujarnya berpromosi.
Ketua Panitia New Normal Pantai Pandawa, Wayan Duarta diminta komentarnya akan acara tersebut mengaku sangat terenyuh, karena di tengah terpuruknya pariwisata Bali, masyarakat di luar daerah ikut memikirkan bagaimana agar pariwisata ini bisa bangkit kembali. Atas semangat mereka dan kepedulian serta persaudaraan mereka mengumpulkan teman-temannya untuk diajak datang ke Bali. Di sisi lain, tentu juga diperlukan kesiapan dari pihaknya selaku tuan rumah untuk meyakinkan agar mereka tidak kecewa saat datang ke Bali dan Pandawa khususnya. “Tentu jika mereka puas tentu akan datang lagi ke Bali, karena dilaksanakan di Pandawa bisa dibilang memang mewakili Bali. Di sinilah peran kami agar mereka merasa aman, nyaman dan puas dan terus databg kembali,”ujarnya.
Wisatawan Domestik akan menjadi kekuatan besar pariwisata Indonesia. Karenanya tidak perlu panik dan harus wisatawan internasional. Karena jika pangsa domestik ini dikelola dengan baik dia mengaku yakin memback 80 persen kehidupan masyarakat dari sektor pariwisata. Karena pangsa pasar domestik bukan hanya dari kota besar seperti Surabaya dan Jakarta, namun juga dari daerah penghasil pertanian dan tambang yanf sangat potensial bisa dimaksimalkan.
“Ini sebenarnya pemahaman yang salah kalau hanya mengandalkan pariwisata internasional, karena domestik juga sangat potensial. Mungkin tidak 100 persen, tapi 90 persen saya yakin,”mbuhnya sembari mengaku bangga dan bersyukur karena Pantai Pandawa kerap dipilih jadi tempat kegiatan nasional. Seperti dari We Love Bali, Bali Bangkit hingga Grebek Bali. “Akhir tahun kami juga merancang Pandawa Bangkit,” ujarnya. BWN-04

































