Mangupura, baliwakenews.com
Desa Adat Kutuh kembali menggelar parade ogoh-ogoh pada hari pengerupukan, sehari menjelang hari raya nyepi. Ada 4 ogoh-ogoh yang berasal dari masing-masing Banjar yang ada di Desa Adat Kutuh yang ikut parade ditambah 3 ogoh-Ogoh eksebisi. Parade mendapat sambutan antusias dari warga Desa Adat Kutuh termasuk wisatawan asing yang antusias menonton parade ini.
Menariknya, beberapa ogoh-ogoh sempat harus berjuang keras masuk ke lokasi karena terhalang oleh kabel-kabel provider yang rendah. Dengan menggunakan beberapa tiang penunjuk, akhirnya semua ogoh bisa berkumpul di lapangan Desa Kutuh sebelum melakukan atraksi dan parade Parade dibuka oleh Bendesa adat kutuh Nyoman Mesir.
Setiap ogoh-ogoh diberikan kesempatan selam 10 menit untuk menampilkan pagelaran cerita sesuai dengan tema ogoh-ogoh yang dibawakan. Menurut Nyoman Mesir, pelestarian seni dan budaya ini tetap menjadi fokus untuk dipertahankan terutama bagi generasi muda. Untuk parade ogoh-ogoh kali ini merupakan yang paling meriah dilaksanakan. Diharapkan ke depan bisa terlaksanakan lebih baik lagi dan tidak ada permasalahan terkait keamanan. Termasuk kabel-kabel yang melintang. Disamping ada unsur seninya juga ada unsur hiburannya bagi masyarakat desa adat Kutuh dan para wisatawan asing yang kebetulan berkunjung ke Desa Kutuh.
“Melihat antusiasme para generasi muda untuk membuat ogoh-ogoh, desa adat juga akan selalu mendukung baik secara moral maupun bantuan dana, untuk memberikan semangat kepada anak-anak muda. Dan kami harapkan melalui perayaan Hari Raya Nyepi kali ini seluruh masyarakat khususnya di Desa Adat Kutuh diberikan jalan yang terbaik sehingga semuanya bisa berjalan dengan lancar dan aman,” harapnya.
Hal senada disampaikan Perbekel Kutuh, Wayan Mudana yang berharap kepada warga agar bisa melaksanakan rangkaian Hari Raya Nyepi dengan tertib dan aman. Termasuk juga kepada umat Muslim yang merayakan Idul Fitri. “Semoga semua berjalan aman dan damai,” pungkasnya.
Setelah melaksanakan pagelaran di lapangan Desa Kutuh, semua ogoh-ogoh di arak untuk melewati jalan dengan rute yang telah ditentukan oleh panitia dan di jaga oleh pecalang dan pihak keamanan setempat. Tidak hanya masyarakat Desa Adat Kutuh yang menyaksikan parade tersebut tetapi juga warga muslim dan wisatawan asing yang kebetulan berlibur di kawasan Desa Kutuh. BWN-04


































