Mangupura, baliwakenews.com
Pembahasan antisipasi banjir yang difasilitasi Camat Kuta Selatan, Ketut Gede Arta, Selasa (26/11/2024) melibatkan langsung Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Wilayah III Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur – Bali serta pihak terkait lainnya.
Menurut PPK 3.2 Satuan Kerja (Satker) Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Wilayah III Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur – Bali, Muhammad Solthon beberapa titik rawan banjir di Jalan By Pass I Gusti Ngurah Rai, Kutsel yang dibahas dalam pertemuan ini.
Langkah ini sebagai antisipasi terulangnya kejadian banjir pada akhir tahun. Diantaranya yang sempat terjadi di Simpang McD Jimbaran, sekitar Halte Jimbaran, SLB Negeri 1 Badung, serta Exit Tol Nusa Dua. BBPJN juga meminta bantuan kepada unsur Muspida untuk melakukan antisipasi terhadap sampah.
“Selain itu kita juga koordinasi dengan BWS (Balai Wilayah Sungai) kaitan dengan kebutuhan pompa, di samping yang kami siapkan sendiri,” imbuhnya sembari menambahkan dalam pertemuan tersebut juga mengundang para provider berkaitan dengan penanganan akan kabel-kabel yang menjuntai di saluran drainase sehingga bisa menghambat lajunya air. “Ini kami koordinasikan supaya dapat segera dipindahkan atau direlokasi,” imbuhnya.
Peran serta masyarakat juga merupakan hal penting dalam menyikapi persoalan ini. Sebab sampah yang dibuag sembarangan merupakan salah satu faktor pemicu terjadinya banjir. “Kalau masyarakat tetap buang sampah sembarangan, tentu penanganan banjir ini akan sulit dilakukan,” tegasnya.
Melalui pertemuan tersebut, dia berharap stakeholder dapat menindaklanjuti sesuai tugas dan fungsi masing-masing. Seperti pihak desa atau kelurahan dan kepala lingkungan setempat. Terutama yang berkaitan dengan kebiasaan membuang sampah secara sembarangan.
Camat Kuta Selatan, I Ketut Gede Arta juga mengungkapkan, pertemuan tersebut digelar sebagai tindak lanjut atas pertemuan yang telah dilakukan sebelumnya. Dengan tujuan guna mengantisipasi terulangnya kejadian banjir khususnya pada ruas jalan nasional yang ada di wilayah Kutsel.
“Persoalan banjir ini tidak bisa ditangani secara parsial. Melainkan harus secara bersama-sama, sesuai dengan kewenangan masing-masing. Termasuk masyarakat, dengan tidak membuang sampah sembarangan. Karena sampah dapat menyumbat saluran drainase dan memicu terjadinya banjir,” paparnya. BWN-04

































