Kuta, baliwakenews.com
Cokorda Istri Sanistya Rani atau yang akrab disapa Coki merupakan karateka Bali berprestasi sekaligus legenda. Atlet asal Klungkung ini berhasil mencetak sejarah dengan menjadi atlet yang hattrick medali emas PON dalam tiga edisi dari PON 2016, 2020, dan 2024.
Berkat prestasi itu, Coki mendapat pesangon. Ini hanya istilah bagi ketika sudah memasuki masa purna tugas.
Coki mendapat hadiah sebuah mobil dari pabrik kata-kata dan juga pusat oleh-oleh Joger.
Dan kebetulan, owner dari Joger adalah Ketua Umum Pengprov Federasi Olahraga Karate-do Indonesia (FORKI) Bali, Arman Setiawan Wulianadi.
“Hadiah tersebut murni dari saya pribadi kepada Coki,” kata Armand Setiawan, Kamis 21 November 2024.
Menurutnya ini bentuk apresiasi kepada Coki yang berhasil menjadi legenda karate Bali. Karena belum tentu ada atlet yang bisa mengikuti jejak dari prestasi Coki tersebut.
Terlebih Coki dipastikan pensiun dari olahraga multi event empat tahunan itu usai PON di Aceh dan Sumatera.
Sementara Coki diwawancara terpisah mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada Pengprov FORKI Bali, pelatih, KONI, keluarga, maupun rekan-rekannya atas pencapaiannya selama ini, khususnya di ajang PON.
“Prestasi ini bukan karena saya hebat tapi support dari semua pihak, termasuk keluarga Joger yang menempa saya dari nol sampai sekarang,” ujar Coki.
Coki juga bercerita ketika ia kecil di Jembrana, dojo atau tempat latihannya merupakan bantuan dari keluarga Joger.
“Terimakasih sudah mengawal saya dari awal sampai saat ini. Termasuk berbagi kasih sayang kepada teman-teman yang lain. Saya sudah pensiun di PON dan sekarang perjuangan menuju SEA Games tahun depan,” tandas Coki.
Selain apresiasi kepada Coki, Pengprov FORKI Bali juga memberikan apresiasi kepada atlet dan pelatih yang telah berjuang dari persiapan hingga penyelenggaraan PON XXI/2024 lalu.
Kontingen Karate di PON 2024 lalu membawa pulang 1 medali emas, 2 perak, dan 5 perunggu. BWN-06





























