Mangupura, baliwakenews.com
Jro Nyoman Mesir kembali dipercaya krama Kutuh untuk Ngayah sebagai Bendesa Adat Kutuh. Upacara Mejaya-jaya dan pengukuhan Jro Nyoman Mesir bersama Prajuru Desa Adat Kutuh yang baru, dilaksanakan Selasa (22/10/ 2024) di dua tempat yakni diawali di Pura Desa dan dilanjutkan di wantilan Rangdu Kriya Mandala Desa Kutuh.
Hadir dalam kegiatan ini Perwakilan Dinas Kebudayaan Kab. Badung, Camat dan unsur Tripika Kuta Selatan (Kutsel), Perbbekel Kutu, Bendesa Adat Se-Kuta Selatan serta undangan lainnya. Jro Nyoman Mesir dalam sambutannya menekankan, adapun program Tri Hita Karana, yang telah menjadi fokus Desa Adat Kutuh seperti di bidang pawongan yakni dengan perkembangan teknologi dan media sosial saat ini daerah Kutuh yang juga menjadi bagian dari destinasi wisata di kabupaten Badung.
Hal ini berdampak pada banyak penduduk luar atau pendatang yang masuk dan tinggal di wilayah Desa Adat Kutuh. Jika tidak diawasi dengan ketat, hal Ini bisa menyebabkan kekhawatiran dimana hal-hal yang tidak diinginkan yang berkaitan dengan gangguan keamanan dan ketertiban bisa terjadi.
Di bidang palemahan, pihaknya juga sedang terus melaksanakan perbaikan seperti beberapa bangunan pura yang belum selesai yakni Pura Desa yang masih dalam proses pembangunan diharapkan bulan November mendatang sudah selesai semua.
Terkait wilayah desa adat kutuh sebagai salah satu daerah pariwisata kini terus berpacu dengan perkembangan yang ada. Seperti pengembangan potensi-potensi yang ada di Desa Adat Kutuh yang masih perlu digarap optimal.
“Terkait pawongan awig-awig sudah ada dan tinggal menjalankan sesuai awig-awig Desa Adat Kutuh. Nanti pengawasannya di lapangan akan kita perketat untuk mencegah hal yang tidak diinginkan,” tegasnya.
Penglingsir Desa Adat Kutuh, Ketut Suwena, S.Pd.H berpesan dengan perkembangan Desa Adat Kutuh saat ini tentu tantangan yang dihadapai ke depan akan semakin sulit. Salah satu yang paling diperhatikan adalah terkait keamanan dan ketentraman desa adat. Dirinya berharap kepada prajuru yang baru dikukuhkan maupun prajuru dinas utamanya Bendesa adat dan perbekel secara bergotong royong membangun desa baik desa adat maupun desa dinas. Selain itu dia juga berharap agar para prajuru yang baru dikukuhkan ini mendapatkan jalan dan tuntunan dalam melaksanakan tugas sebagai Bendesa dan prajuru adat sehingga apa yang menjadi tujuan Krama desa adat bisa tercapai.
Ketua Panitia, Nyoman Lana, dalam laporanya mengungkapkan walaupun masih ada kendala di sisi administrasi tetapi Desa Adat Kutuh tetap melaksanakan pengukuhan Bendesa dan Prajuru Desa Adat yang baru ini. Proses pemilihan Bendesa Adat Kutuh kata dia, sudah dilaksanakan dengan beberapa proses tahapan yang cukup cepat dan berdasarkan awig-awig Desa Adat Kutuh. Hal ini tidak terlepas dari dukungan seluruh Krama Desa Adat Kutuh. “Dan pada pemilihan Bendesa ini telah terpilih kembali Bendesa yang menjabat sebelumnya yakni Jro Nyoman mesir,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan dari PHDI Kabupaten Badung Made Kariyasa menekankan sudah sepatutnya desa adat, desa dinas dan lembaga keumatan lainnya bersatu dan bersinergi. Mengingat Desa Kutuh merupakan daerah pariwisata dan banyak penduduk pendatang, sehingga harus ada tatanan yang mengatur. “Memang secara ketata negaraan kita tidak boleh menolak penduduk pendatang. Namun bagi para pendatang juga diharapkan menghormati apa yang sudah menjadi aturan di desa adat,” tegasnya. BWN-04

































