Badung, baliwakenews.com
Semakin terbatasnya lahan pertanian membuat Kelompok Tani Subak Pacung Desa Selat Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung beralih ke pengembangan tanaman hidroponik. Namun harga nutrisi komersil cenderung mahal dipasaran, sehingga modal produksi menjadi tinggi dan keuntungan yang diperoleh relatif rendah. Fakultas Pertanian Universitas Warmadewa (FP Unwar) berupa memberikan solusi dengan melatih kelompok membuat nutrisi dengan memanfaatkan limbah pertanian.
Dosen FP Unwar, Ir. Ni Ketut Sri Rukmini, M.P., menerangkan faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam pengembangan hidroponik adalah air, cahaya, nutrisi dan CO2. “Air tidak dapat digunakan sebagai media tumbuh tanpa ada tambahan unsur hara bagi tanaman. Karena air tidak memiliki kandungan nutrisi yang cukup bagi tanaman maka dari itu air butuh di beri nutrisi berupa unsur hara yang dijadikan pupuk,” terang Sri Rukmini selaku Ketua PKM di Desa Pacung.
Nutrisi hidroponik ini adalah pupuk hidroponik lengkap yang mengandung semua unsur hara makro dan mikro yang diperlukan tanaman hidroponik. Pupuk tersebut diformulasi secara khusus sesuai dengan jenis dan fase pertumbuhan tanaman. Penambahan nutrisi mutlak diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman hidroponik, namun nutrisi komersil cenderung memiliki harga relatif mahal dipasaran. Hal tersebut mengakibatkan modal produksi Kelompok Tani Subak Pacung tinggi dan keuntungan yang diperoleh relatif rendah.
“Nutrisi hirdroponik organik merupakan solusi nutrisi yang murah, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan harga jual produk organik. Dengan penggunaan nutrisi hidroponik organik akan menghasilkan produk organik yang sehat. Produk organik yang sehat saat ini menjadi tren di masyarakat (konsumen), sehingga harga dari produk akan meningkat,” ucapnya.
Oleh karena itu, FP Unwar melaksanakan PKM dan melatih kelompok tani tentang alternatif pembuatan nutrisi hidroponik alami yang memanfaatkan limbah pertanian dan limbah rumah tangga. Nutrisi hidroponik yang dibuat akan menjadi lebih murah dan ramah lingkungan serta mampu memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman hidroponik.
Bersama Ir. Anak Agung Sagung Putri Risa Andriani, M.Si dan Ir. Ni Ketut Mardewi, M.P., Rukmini memberikan penyuluhan secara umum mengenai pentingnya nutrisi hidroponik dalam budidaya tanaman hidroponik dan memberikan penjelasan manfaat dan cara pembuatan Nutrisi Hidroponik organik. “Kami memberikan pelatihan langsung pembuatan Nutrisi Hidroponik organik, dilakukan beberapa kali evaluasi,” ungkapnya. Pihaknya terus memotivasi petani agar dalam penanaman tanaman sayur hidroponik menerapkan penggunaan Nutrisi Hidroponik organik.
PKM yang laksanakan dari Mei hingga Desember 2020 ini diharapkan kelompok tani memahami cara pembuatan Nutrisi Hidroponik organik sehingga dapat menekan biaya produksi dan menghasilkan tanaman hidroponik organik yang sehat. “Hasil penggunaan nutrisi hidroponik organik ini, kelompok tani mampu menekan biaya produksi hingga 6,5-11%. Selain itu juga terjadi peningkatan hasil produksi hingga 8,75% karena penggunaan nutrisi kimia diganti dengan nutrisi organik,” pungkasnya.BWN-03


































